Pastikan Tindaklanjuti Kerawanan Pilkada, Ini Imbauan Mendagri Tito Karnavian

Kestabilan itu meliputi hubungan antarkontestan pilkada, partai politik yang mengusung calon kepala daerah, dan masyarakat.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan tahun 2020 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (19/2/2020). 

JAKARTA  - Kemendagri akan menindaklanjuti pemetaan indeks kerawanan pilkada (IKP) 2020 yang diumumkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Selasa (25/2/2020).

"Otomatis (ditindaklanjuti). Yang utama dari Kemendagri kami akan bantu untuk menjaga adanya stabilitas politik," ujar Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Kestabilan itu meliputi hubungan antarkontestan pilkada, partai politik yang mengusung calon kepala daerah, dan masyarakat.

Kemendagri ingin meminimalkan potensi kerawanan yang ada.

Sambas Masuk dalam Indeks Kerawanan Pemilu untuk Pilkada 2020

"Supaya semua menggunakan cara-cara yang sehat, cara yang legal dan cara-cara yang konstitusional dan jangan menggunakan kekerasan," ucap Tito Karnavian.

Tito Karnavian juga mengimbau pemerintah daerah lebih mengaktifkan forum-forum masyarakat seperti forum antar-umat beragama dan forum koordinasi pimpinan daerah.

"Kita akan akan aktifkan mendorong forum yang selama ini merekatkan simpul bangsa agar tokoh masyarakat bisa meredam daerah masing-masing," jelas Tito Karnavian.

Adapun Bawaslu meluncurkan IKP 2020 pada Selasa (25/2/2020).

Berdasarkan hasil penelitian Bawaslu, rata-rata penyelenggaraan pilkada di kabupaten/kota berada dalam kategori rawan sedang.

Sementara itu, penyelenggaraan pilkada provinsi masuk dalam kategori rawan tinggi.

Oleh karena itu, dibutuhkan pencegahan pelanggaran dan pengawasan penyelenggaraan pilkada secara maksimal yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Indeks Kerawanan Pilkada, Mendagri: Kami Akan Jaga Stabitas Politik"

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved