Mantan Ketua KPU Kalbar Ungkap Ada Perbedaan Mekanisme Pendaftaran Calon Perseorangan Era Sekarang

Terkait kekeruangan jumlah dukungan dan sebarannya, akan dilakukan perbaikan pada masa perbaikan setelah pendaftaran.

TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Mantan Ketua KPU Kalbar Umi Rifdiawaty 

PONTIANAK - Mantan Ketua KPU Provinsi Kalbar, Umi Rifdiawaty menilai ada perbedaan mekanisme yang diatur untuk calon perseorangan diera dirinya dan diera sekarang ini.

"Ade perbedaan mekanisme yang diatur KPU dalam pemilihan serentak 2020 dengan pemilihan serentak 2015-2018 terkait calon perseorangan," katanya, Selasa (25/02/2020).

Diungkapkan Umi, untuk pemilihan serentak 2015 - 2018, calon perseorangan yang sudah menyerahkan dukungan dan sudah dilakukan verifikasi administrasi dan faktual meski hasil verifikasinya belum memenuhi jumlah dukungan dan sebaran minimal pasangan calon perseorangan tersebut tetap bisa mendaftar pada masa pendaftaran pasangan calon bersama partai politik.

Terkait kekeruangan jumlah dukungan dan sebarannya, akan dilakukan perbaikan pada masa perbaikan setelah pendaftaran.

Gelar Rakor Pembentukan Badan Adhoc, KPU Provinsi Minta Jajaran Rekrut Sesuai Aturan

Sementara untuk pemilihan 2020, pasangan calon perseorangan yang menyerahkan dukungan dilakukan penelitian administrasi dan faktual, jika belum memenuhi jumlah dukungan dan sebaran minimal maka pasangan calon perseorangan tersebut melakukan perbaikan.

"Untuk sekarang, masa perbaikannya dilakukan sebelum masa pendaftaran pasangan calon," tuturnya.

Sehingga, lanjut Presedium JaDI Kalbar ini, jika pasangan calon perseorangan tersebut tidak memenuhi jumlah dukungan dan sebaran minimal maka pasangan calon perseorangan tersebut tidak bisa mendaftar pada masa pendaftaran bersama pasangan calon dari partai politik.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved