Jarot: Peran Penyuluh Agama Bukan Sekadar Mengajak Masyarakat Berbuat Baik

Sehingga peran dari para penyuluh agama untuk menyampaikan Islam yang rahmatan lil alamin itu sangat penting.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Eky
SALAMI PENYULUH: Bupati Sintang, Jarot Winarno menyalami penyuluh agama yang ada di Kabupaten Sintang.  

SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno mengungkapkan penyuluh agama memilik tiga fungsi yakni informasi, edukasi dan advokasi.

Dijabarkan Jarot, fungsi edukatif tanggungjawab penyuluh agama menyebarkan informasi baik, mengajak umat untuk hidup di jalan agama, serta mengajak masyarakat untuk selalu berbuat baik.

Selain itu, penyuluh agama itu layaknya ulama di daerahnya masing-masing jadi peranannya sangat tinggi dan mulia.

Untuk itulah Jarot meminta para penyuluh agama ini harus berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama setempat, terlebih masalah umat yang komplek itu tidak mungkin di selesaikan sendiri.

"Penyuluh juga harus siap menerima segala konsultasi permasalah dari umat, tempat umat bertanya, misal masyarakat mau mindahkan masjid, atau mendirikan masjid, dan juga permasalah lainnya," ujar Jarot Winarno.

Irwan Harap Penyuluh Agama Islam Berikan Informasi yang Edukatif

Penyuluh agama juga harus ringan tangan membantu permasalah umat yang terkait dengan hukum.

Dicontohkan Jarot misal ada umat atau tempat ibadah yang tersangkut dengan hukum, ibadahnya terganggu dan permasalah lainya di lingkungan masyarakat mengenai keagamaan harus diadvokasi.

Menurut Jarot Winarno, ada tantangan yang juga harus menjadi prioritas para penyuluh agama, yakni terkait Islam phobia dan radikalisme.

Sehingga peran dari para penyuluh agama untuk menyampaikan Islam yang rahmatan lil alamin itu sangat penting.

"Tunjukan Islam itu rahmatan lil alamin, tunjukan keberadaan Islam itu rahmat bagi semuanya. Kemudian cegah radikalisme, terlebih daerah kita ini masuk dalam kawasan perbatasan,"pesan Jarot.

Jarot juga menyarankan para penyuluh agama untuk menguasai dakwah mikro melalui media sosial. Terlebih saat ini masuk dalam era destruksi teknologi.

"Melalui Facebook, Instragram, channel youtube, whatsapp grup, kita nda boleh ketinggalan jaman," sarannya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved