Walau Sempat Berhenti, Saat Ini Pembangunan Biodigester Mencapai 60 Persen

Maka dari itupun pembangunan Biodigester ini sempat diberhentikan, dan dipindahkan ke area TPST Edelwies, Pontianak Selatan.

TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Lokasi area pembangunan Biodigester yang dibangun diarea Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Edelwies, tepatnya berada jalan Purnama II, Kota Baru, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (24/2/2020). 

PONTIANAK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak saat ini sedang menjalankan pembangunan pengerjaan pusat daur ulang sampah atau Biodigester, yang dibangun diarea Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Edelwies, tepatnya berada jalan Purnama II, Kota Baru, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (24/2/2020).

Sebelumnya pembangunan Biodigester inipun sebenarnya dicanangkan akan dibangun di jalan Nipah Kuning Dalam, Pontianak barat, pada beberapa bulan lalu.

Namun, hal itu malah menjadi kontroversi, sebab masyarakat Kelurahan Pal V tidak menerima adanya pembangunan daur ulang sampah tersebut diwilayahnya.

Maka dari itupun pembangunan Biodigester ini sempat diberhentikan, dan dipindahkan ke area TPST Edelwies, Pontianak Selatan.

Sholeh Minta Pemkab Ketapang Segera Realisasikan Kegiatan Pembangunan dari APBD

Menurut Kepala DLH Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar mengungkapkan bahwa, perpindahan lokasi pembangunan Biodigester yang saat ini berada di TPST Edelwies pun dirasakannya sudah sangat tepat.

"Setelah tidak jadi di Nipah Kuning, pembangunan Biodigester saat inipun kita arahkan ke purnama ujung, di TPST Edelwies. Karena memang disana juga tepat disitu, gapapa walau didemo masyarakat kemarin, kita pindahkan," ungkap Tinorma kepada Tribun.

Dan perpindahan pembangunan ini juga diterangkannya, atas arahan dari kepala daerah kota Pontianak, yakni Walikota Pontianak, Edi Kamtono.

Selanjutnya Pembangunan yang sudah mencapai 60 persen inipun disampaikan Tinorma bahwa, merupakan pembangunan bantuan murni dari program Kementerian Lingkungan Hidup untuk pemerintah kota Pontianak.

"Ini bantuan murni loh, dari Kementrian Lingkungan Hidup yang nantinya dihibahkan ke kita," kata Tinorma.

Kemudian jika sudah terealisasikan, Biodigester yang tengah dibangun ini nantinya dapat mengelola sekitar 3 ton sampah organik yang sudah terpilah, dengan paling sedikitnya 6, 7 meter kubik gas perhari dapat diproduksi.

Dan Sebenarnyapun ia merasa bahwa, dengan adanya Biodigester ini nantinya akan menguntungkan dan dapat membantu masyarakat sekitar Biodigester.

"Dan paling tidak kan kalau biodigester ini sudah jadi, gas nya yang merasakan duluankan warga sekitar, mereka yang duluan mendapatkannya. Kita akan salurkan melalui pipa," terangnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved