Mahasiswa UMP Analisa Penyakit Warga Antibar Mempawah

Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan UM Pontianak menuntaskan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - Mahasiswa dan dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan UM Pontianak berfoto bersama jajaran Puskesmas Rawat Jalan Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Selasa (18/02/2020). 

Citizen Reporter

Nanda Aulia
Mahasiswa Fikes UM Pontianak

KELOMPOK mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan UM Pontianak menuntaskan rangkaian kegiatan perkuliahan yakni Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) yakni lokakarya mini yang digelar di ruangan Kepala Puskesmas Rawat Jalan Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Selasa (18/02/2020).

Mahasiswa dibimbing Dosen Pembimbing Fakultas (DPF) Abrori MKes serta dibimbing pula dengan Staf Pembimbing Lapangan (SPL) yakni Jhonni Sihombing SKM.

PBL merupakan satu di antara mata kuliah yang digelar guna menentukan prioritas masalah yang ada di lokasi kasus dan diadakan selama 21 hari.

Tujuan kompetensi yang diharapkan adalah memberikan pengalaman belajar dan keterampilan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kesehatan.

Pendekatan yang digunakan yakni problem solving cycle agar memperoleh hasil yang efisien, efektif dan optimal dalam memperoleh, mengolah dan menganalisa data informasi serta menginterpretasikan hasilnya dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan teknik advokasi dan fasilitasi kerjasama lintas sektor.

Satu di antara kegiatan dalam PBL adalah lokakarya mini. Lokakarya mini tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Bapak Hendra F SSi MM Apt, Kepala Tata Usaha selaku Staf Pembimbing Lapangan yakni Jhonni Sihombing SKM, pemegang program Promosi Kesehatan (Promkes) serta program Kesehatan Lingkungan (Kesling) yakni Nazuarni dan Dian Wahyuni SKM.

Turut hadir Dokter Umum yaitu dr Vera dan Bidan Desa yakni Neni Triana beserta kader yakni Mimik Z.

Tujuan lokakarya mini adalah untuk menentukan bersama prioritas masalah yang terjadi di lokasi kasus target yang ditentukan dengan cara menyampaikan hasil dari data primer (wawancara), data sekunder (data puskesmas) dan diperkuat oleh hasil Indepht Interview (wawancara mendalam).

Hasil tersebut kemudian di musyawarahkan bersama baik mahasiswa maupun peserta yang hadir prioritas masalah apa yang terjadi di lokasi tersebut.

Ada lima hal prioritas yang dilakukan atas masalah yang ada di Desa Antibar yakni menganalisis penyakit, membandingkan data primer, data sekunder dan indepht interview, lalu bersama dengan peserta lokmin menetapkan prioritas masalah yang terjadi dengan menggunakan metode Multi Criteria Utility Assessment (MCUA).

Adapun masalah yang ditentukan dalam lokmin kemarin yaitu penyakit diabetes melitus. Ini penting guna kegiatan PBL tahap II selanjutnya. (*)

Editor: Iin Sholihin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved