Aksi Bela Peladang

Kesimpulan Nota Pembelaan Sidang Peladang, Kuasa Hukum Kutip Ayat Al-Qur’an

Andel menyimpulkan, pendapat JPU tentang hal yang memberatkan dalam tuntutan yang menyebut perbuatan terdakwa.

Kesimpulan Nota Pembelaan Sidang Peladang, Kuasa Hukum Kutip Ayat Al-Qur’an
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Kuasa Hukum terdakwa enam peladang, Andel di Pengadilan Negeri Sintang, Senin (24/02/2020). 

SINTANG - Kuasa Hukum terdakwa enam peladang yang diadili atas perkara Karhutla di Pengadilan Negeri Sintang mengutip kalimat bijaksana yang tersirat dalam Al-Qur’an surat An-Nisa sebelum mengakhiri nota pembelaan terhadap tuntutan JPU.

“Janganlah karena kebencianmu, menyebabkan engkau tidak tidak berlaku adil,” kata Andel, Senin (24/2/2020).

Dalam hal ini, ada sedikit kekeliruan nama surah yang dikutip kuasa hukum.

Seharusnya, ayat itu terdapat pada Surat Al-Maidah Ayat 8.

Nota Pledoi Berjudul Tangisan Masyarakat Adat Dayak Peladang, Andel: Terdakwa Harus Bebas!

“Sehingga sangat tepat adagium yang mengatakan, lebih baik melepaskan seribu orang penjahat daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah,” lanjut Andel mengakhiri pembacaan pledoi.

Andel menyimpulkan, pendapat JPU tentang hal yang memberatkan dalam tuntutan yang menyebut perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan program pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan adalah kesimpulan yang keliru, dan salah.

“Justru terdakwa bersama masyarakat peladang saat ini sedang menangis menghadapi penderitaan masa depan anak cucunya yang pasti mati kelaparan karena tidak bisa berladang."

"Tangisan ini bisa dilihat bersama dengan hadirnya ribuan masyarakat adat mengawal persidangan,” jelas Andel.

Ditegaskan Andel, jika peladang ditangkap sangat merugikan serta menggangu kelangsungan kehidupan mereka karena tidak bisa lagi berladang demi mempertahankan kehidupan.

Seharusnya, polisi tidak memproses perkara ini, karena penegak hukum juga tahu jika berladang merupakan kearifan lokal yang dilindungi oleh undang-undang.

Halaman
12
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved