Sosis Ilegal

BREAKING NEWS - Satreskrim Polres Bengkayang Gagalkan Penyelundupan Ratusan Dus Sosis Ilegal

27 kotak Hand Sprayer Merk PB-16 serta 100 Kotak Sosis Ayam Merk Frankfurter yang diduga berasal dari Negara Malaysia.

BREAKING NEWS - Satreskrim Polres Bengkayang Gagalkan Penyelundupan Ratusan Dus Sosis Ilegal
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Polres Bengkayang
Barang bukti mobil yang berisi Sosis dan Hand Sprayer tak berdokumen diamankan Satreskrim Polres Bengkayang, Selasa (18/2/2020). 

BENGKAYANG - Polres Bengkayang berhasil gagalkan puluhan kotak hand sprayer dan ratusan dus sosis ilegal yang diduga hasil selundupan dari Malaysia.

Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Michael Terry Hendrata‎ menuturkan barang ilegal yang berhasil digagalkan penyelundupannya.

Yaitu 27 kotak Hand Sprayer Merk PB-16 serta 100 Kotak Sosis Ayam Merk Frankfurter yang diduga berasal dari Negara Malaysia.

"Saat ini sudah menjadi Laporan Polisi Nomor : LP/21/A/II/Res.5.1./2020/Kalbar/Res Bky/Reskrim, tanggal 18 Februari 2020, sesaat di lakukan penangkapan pada Selasa (18/2/2020) tengah malam sekitar pukul 22.30 di Sanggau Ledo," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkayang pada Senin (23/2/2020).

Lantamal XII Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ratusan Batang Kayu Ilegal di Ketapang

Dikatakannya lagi, selain barang-barang ilegal yang disita, pelaku yang membawa barang juga diamankan.

"Pelaku berinisial AN (41) warga Pontianak utara," kata Mantan Kasat Reskrim Polres Singkawang.

Lanjutnya, barang bukti berupa satu unit mobil Grand Max, 100 Kotak Sosis Merk Frankfurter Ayam dengan Isi @perkotak 32 (tiga puluh dua) bungkus perkotak dan 27 (dua puluh tujuh) Kotak Hand Sprayer (semprotan punggung) Merk PB-16 sudah dilakukan penyitaan.

Kepada Tribun Pontianak, Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Michael Terry Hendrata menceritakan mobil grand max Blind Van warna putih tersebut dihentikan anggota jajaran Polres Bengkayang saat melakukan giat rutin melakukan pengawasan kamtibmas di wilayah hukum Polres Bengkayang

"Saat diperiksa, sopir tak bisa menunjukan dokumen sah, kemudian sopir dan barang bawaan tanpa dokumen tersebut tersebut dibawa untuk diamankan di Polres Bengkayang untuk proses lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polres Bengkayang.

Dikatakannya lagi untuk sementara, pelaku akan disangkakan Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) UU RI No. 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 113 UURI No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan dan atau Pasal 135, Pasal 142 UURI No. 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Lanjutnya, Satreskrim Polres Bengkayang akan melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan Negeri Bengkayang berikut mengirimkan surat dimulainya penyidikan perkara (SPDP).

Serta berkoordinasi dengan ahli Dinas Perindag, Dinas Pangan Provinsi Kalbar serta BPOM Pontianak. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved