Breaking News:

Komunitas Enggang Khatulistiwa Promosikan Kampung Wisata Pontianak

banyaknya kendala yang ada, akhirnya komunitas ini vakum dan terbentuk kembali pada 23 Oktober 2019 lalu.

TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
Komunitas Enggang Khatulistiwa foto bersama warga 

PONTIANAK - Komunitas Enggang Khatulistiwa yang beranggotakan sembilan orang kini memberi warna baru bagi para penggemar seni jurnalis.

Komunitas yang pertama kali berdiri 28 Maret 2017 itu pernah diikuti lebih dari 100 anggota.

Namun, banyaknya kendala yang ada, akhirnya komunitas ini vakum dan terbentuk kembali pada 23 Oktober 2019 lalu.

Ketua sekaligus pendiri Enggang Khatulistiwa, Vivi Al Hinduan, menjelaskan bahwa sebelumnya ia mempunyai empat program di komunitasnya, yaitu kelas Puisi, Kelas Cerpen, Kelas Novel, dan Kelas Nonfiksi.

Zulfidar Dorong Pemkot Pontianak Jadikan Sungai Jawi Kawasan Wisata

"Kebetulan semua anggota kali ini adalah perempuan, jadi kita turun kelapangan itu dua Minggu sekali dan meriset kampung-kampung yang udah kita data dan mempunyai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kampung wisata Pontianak," jelas Vivi Al Hinduan.

Dengan pengembangan potensi wisata, lanjutnya, ia bersama dengan Pemda Kota Pontianak sering melakukan mediasi dan diskusi yang melibatkan komunitas Enggang Khatulistiwa (EKHA) yang mana diwakili oleh dirinya sendiri yang sudah terjun selama 15 tahun di dunia jurnalis.

"Saya sering diundang untuk dimintai pendapat tentang kampung wisata mana saja yang bisa berpotensi wisata. Sudah ada beberapa kampung, seperti kampung Tenun di Gang Sambas Jaya Batulayang, dan Kampung Tambelan di Kelurahan Tambelan Sampit, Pontianak Timur serta kampung lemang di sungai jawi," ujar Vivi Al Hinduan.

Dilanjutkannya, komunitasnya juga sudah meriset kampung lain seperti Kampung Bansir dan Kampung Beting, serta di bulan Maret nanti akan mengunjungi Kampung Kamboja dan Kampung Bangka.

VIDEO: Bidar Pelangi Jubair, Kapal Wisata MABM Dibuat untuk Kembalikan Kejayaan Sungai

Tujuannya dalam mendirikan komunitas tersebut juga sangat bermanfaat. Ia mengatakan akan membuat sebuah buku yang bisa menjual wisata kampung di Kota Pontianak.

“Saat ini, Pemerintah Kota Pontianak sedang gencar membangun kampung-kampung di tepian Sungai Kapuas untuk dikembangkan menjadi kampung wisata. Kami membantu mempromosikan kampung-kampung tersebut ke masyarakat luas,” ungkap Vivi.

Halaman
12
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved