Diduga Rencana Penculikan Anak, Siswa SD Ditawari Uang Jajan Rp 200 Ribu di Kapuas Hulu

Kejadiannya ketika anak murid tersebut izin untuk mengambil buku ke rumahnya, sekitar jam 09.00 WIB.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE
Seorang Wanita diamankan pihak kepolisian lantaran menyebarkan berita hoax kasus penculikan anak. 

KAPUAS HULU - Seorang siswa kelas 6 SD Negeri 02 Putussibau di Kelurahan Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan, diduga hampir diculik oleh dua orang dewasa yang tidak dikenal, di kawasan belakang Rutan Putussibau, Sabtu (22/2/2020).

Kejadian tersebut dibenarkan Plt Kepala SD Negeri 02 Putussibau Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan, Khairul Mu'minin Mu'min.

"Kejadiannya ketika anak murid tersebut izin untuk mengambil buku ke rumahnya, sekitar jam 09.00 WIB. Lalu dia pulang lagi ke sekolah melewati jalan pintas, tepatnya di belakang Rutan Putussibau, dan menemukan dua orang menawarkan uang jajan ke siswa saya," ujarnya kepada Tribun.

Kedua orang yang tidak dikenal itu, kemudian menawarkan uang jajan sambil menyodorkan uang Rp 200 ribu.

Setelah menawarkan uang jajan tersebut, jelas Mu'min, anak muridnya menjawab kalau ia sudah punya uang jajan sebesar Rp 5.000.

"Dua orang itu sedikit memaksa anak murid saya, untuk mengambil uang jajan yang ditawarkan tersebut. Namun anak murid saya merasa ketakutan, setelah melihat di belakang kedua orang itu, ada membawa pisau arit dan karong goni," ucap Mu'min.

Polisi Ingatkan Warga Tak Lakukan KDRT dan Narkoba

Berdasarkan cerita siswa tersebut, kata Mu'min, satu di antara orang dewasa itu menggunakan baju rompi warna hijau dan pakai celana jeans, dan bertato.

Sedangkan satu orang lainnya menggunakan jaket dan celana jeans.

"Anak murid saya lalu lari ke sekolah, memang terlihat wajahnya pucat dan gemetar. Setelah ditanya barulah ia menceritakan kejadian yang ia alami. Mengetahui hal tersebut, kami langsung melaporkan ke pihak polisi," ungkapnya.

VIDEO: Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan Sita 11 Ekor Satwa Dilindungi dari Taman Satwa Illegal

Meski menurut kepala sekolah telah ada laporan kepada polisi, ternyata Kapolsek Putussibau Selatan, Ipda Cahya Purnawan justru mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait dugaan penculikan anak.

Halaman
12
Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved