Taman Satwa Tak Berizin

Tersangka Kepemilikan Belasan Satwa Dilindungi & Taman Satwa Tak Berizin Seret Nama Panji Petualang

Atas pengungkapan kasus ini, ternyata OD juga turut menyeret nama Panji Petualang dalam pengakuannya kepada penyidik.

PONTIANAK - Membuat Taman Satwa Ilegal, OD (25) pemuda asal Kabupaten Sanggau ditangkap.

Dari tangannya diamankan 11 hewan dilindungi yang terdiri dari 1 ekor beruang madu, 2 ekor kukang Kalimantan, 1 ekor Binturong, 4 ekor buaya muara, 1 ekor landak, 1 ekor Tiong Emas, dan 1 ekor Elang Bandol.

OD diamankan oleh SPORC Brigade Bekantan Seksi wikayah 3 Balai Gakkum LHK wilayah Kalimantan yang didukung oleh Ditkrimsus Polda Kalbar karena tidak memiliki izin resmi atas taman satwa yang dikomersilkannya.

Atas pengungkapan kasus ini, ternyata OD juga turut menyeret nama Panji Petualang dalam pengakuannya kepada penyidik.

Pemilik Taman Satwa Tak Berizin Ditangkap, BKSDA Tegaskan Alasan Wajibnya Miliki Izin

Dimana diduga dari satwa yang diamankan, ada di antaranya yang merupakan satwa titipan dari Panji Petualang.

Menanggapi hal tersebut M. Dedy Hardinianto SH koordinator Penyidik Balai Gakkum Kalimantan KLHK masih melakukan penyelidikan terkait informasi adanya buaya titipan dari Panji Petualang ke OD (25), tersangka kasus kepemilikan belasan Satwa dilindungi yang di Komersilkan tanpa izin resmi di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Sejumlah satwa dilindungi yang diamankan di Kantor SPORC, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/2/2020). Dua buaya muara yang diselamatkan tim Panji Petualang dari Kota Singkawang, turut diamankan petugas dari Taman Satwa Kampoeng Tuhu' di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, beserta sembilan satwa dilindungi lainnya bersama pemilik berinisial OD yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sejumlah satwa dilindungi yang diamankan di Kantor SPORC, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/2/2020). Dua buaya muara yang diselamatkan tim Panji Petualang dari Kota Singkawang, turut diamankan petugas dari Taman Satwa Kampoeng Tuhu' di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, beserta sembilan satwa dilindungi lainnya bersama pemilik berinisial OD yang telah ditetapkan sebagai tersangka. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Ia menerangkan bahwa dari pengakuan OD, beberapa bulan lalu Panji Petualang yang membantu warga mengamankan buaya di sekitaran wilayah Kota Singkawang.

"Keterangan dari yang bersangkutan seperti itu, dikarenakan ada konflik antara satwa dan masyarakat, namun tidak jelas lokasi yang di maksud."

"Kemudian tim Panji melakukan penyelamatan kemudian tim Panji menitipkan satwa tersebut ke tempat si tersangka ini," ungkapnya.

Terkait waktu Tim Panji Petualang melakukan penyelamatan tersebut pihaknya belum masih melakukan pendalaman.

Sejumlah satwa dilindungi yang diamankan di Kantor SPORC, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/2/2020). Dua buaya muara yang diselamatkan tim Panji Petualang dari Kota Singkawang, turut diamankan petugas dari Taman Satwa Kampoeng Tuhu' di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, beserta sembilan satwa dilindungi lainnya bersama pemilik berinisial OD yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sejumlah satwa dilindungi yang diamankan di Kantor SPORC, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/2/2020). Dua buaya muara yang diselamatkan tim Panji Petualang dari Kota Singkawang, turut diamankan petugas dari Taman Satwa Kampoeng Tuhu' di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, beserta sembilan satwa dilindungi lainnya bersama pemilik berinisial OD yang telah ditetapkan sebagai tersangka. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

"Kalau pengakuan tersangka ini, dia inikan sudah 3 sampai 4 bulan mengelola taman satwa ini ya, jadi kemungkinan sekitar waktu itu," katanya.

Atas hal tersebut pihaknya pun akan melakukan pendalaman lebih jauh. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Ferryanto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved