INDONESIA Jadi Negara Maju Versi Amerika Serikat, Setara Brazil & India | Pengamat Asal China Protes

Akibatnya, Indonesia, Brazil, India, dan Afrika Selatan juga dicabut dari preferensi khusus dalam daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO).

INDONESIA Jadi Negara Maju Versi Amerika Serikat, Setara Brazil & India | Pengamat Asal China Protes
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/INSTAGRAM @LISDIYANTO/INSTAGRAM @ANJAYDHIFA_/KOLASE
INDONESIA Jadi Negara Maju Versi Amerika Serikat, Setara Brazil dan India | Ekonom China Protes 

INDONESIA kini menjadi negara maju yang sejajar dengan negara-negara besar lainnya di dunia seperti India dan Brazil

Status itu didapatkan setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) mencabut status negara berkembang dari Indonesia.

Tak hanya Indonesia, negara-negara lain juga dicabut dari daftar negara berkembang versi negeri Paman Sam (julukan Amerika Serikat) itu.

Beberapa di antaranya yakni Brazil, India, dan Afrika Selatan.

Akibat pencabutan status ‘negara berkembang’ alias Developed Country itu, Indonesia, Brazil, India, dan Afrika Selatan juga dicabut dari preferensi khusus dalam daftar anggota Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO).

Pernyataan pencabutan status Developed Country ini dikeluarkan langsung oleh Kantor Perwakilan Perdagangan AS, United States Trade Representative (USTR). 

Hari Ini di Catatan Sejarah: Penyerahan Kekuasaan Eksekutif atas Indonesia dari Soekarno ke Soeharto

Dalam pemberitahuan yang dikeluarkan USTR pada 10 Februari lalu, pihaknya merevisi metodologi negara berkembang untuk investigasi atas bea balik terhadap impor.

Pasalnya, metodologi yang sebelumnya kini dianggap sudah "usang" karena disusun pada tahun 1988.

Untuk memperbarui daftar tersebut, USTR telah mempertimbangkan beberapa faktor ekonomi dan perdagangan. Ini mencakup pula tingkat perkembangan ekonomi suatu negara dan perannya dalam perdagangan dunia.

Sebagai contoh, negara-negara dengan pangsa 0,5 persen atau lebih dari perdagangan dunia dicetuskan sebagai negara maju. Menurut aturan 1998, ambangnya 2 persen atau lebih.

Halaman
123
Editor: Ishak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved