Angin Kencang Jenis Squalline Terjang Pontianak

Analisis menggunakan radar cuaca mengindikasikan fenomena angin kencang ini termasuk jenis

Angin Kencang Jenis Squalline Terjang Pontianak
ISTIMEWA
Angin Kencang di Pontianak Rusak Rumah Warga, Billboard & Pohon Tumbang hingga Motor di Parkiran Ayani Megamall 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, angin kencang yang melanda Pontianak dan Kubu Raya, Jumat (21/2/2020) bukan Puting Beliung.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Erika Mardiyanti angin kencang yang terjadi di Pontianak dan sekitarnya itu termasuk jenis squalline.

"Karena wilayah yang terdampak angin kencang sangat luas dan memang tidak ditemukan bentuk hook echo pada radar cuaca yang merupakan tanda adanya putting beliung," kata Erika dilansir laman resmi BMKG.

Menurut Erika, dari sumber yang sama, berdasarkan data pengamatan di beberapa UPT BMKG di Kalbar, kecepatan angin maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak 19 knot (sekitar 34 km/jam), di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak 13 knot (sekitar 23 km/jam).

Papan Iklan Raksasa Depan Megamal A Yani Tumbang Akibat Angin Kencang 

Namun pada pengamatan menggunakan data radar cuaca pada produk PPI radial velocity elevasi terendah terdeteksi kecepatan angin maksimum sebesar 40 knot di Kota Pontianak.

Informasi peringatan dini cuaca ekstrem sesaat sebelum terjadi ini telah disampaikan pada pukul 13.30 WIB melalui beberapa media BMKG, seperti melalui website dan akun media sosial serta aplikasi.

Selamat dari Maut, Eka Menceritakan Detik- Detik Tertimpa Pohon Saat Angin Kencang Terjang Pontianak

Pada kesempatan itu dirinya juga menyampaikan, diprakirakan mulai hari ini (Jumat) hingga 26 Februari 2020 masih berpotensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalbar.

Hujan sedang hingga lebat diprakirakan akan terjadi secara merata di sebagian besar wilayah Kalbar pada tanggal 25 dan 26 Februari 2020.

"Perlu diwaspadai hujan sedang hingga lebat ini bisa disertai petir dan angin kencang terutama pada siang hingga sore hari," kata Erika Mardiyanti di laman resmi BMKG.

Efek angin kencang jenis squalline membuat sejumlah pohon di Pontianak tumbang dan bangunan rusak.

Bahkan, sebuah papan reklame di Jalan Ayani juga tumbang, selain itu puluhan motor di parkiran Mall yang berada di jalan Ayani juga tertimpa atap kanopi parkiran.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved