Juli Wahyuni Irwan Apresiasi Kader PKK Meriahkan Lomba Bercerita

"Luar biasa ibu, saya bangga ibu-ibu PKK bisa tampil dipanggung seperti itu, salut," katanya, Jumat (21/2/2020).

Juli Wahyuni Irwan Apresiasi Kader PKK Meriahkan Lomba Bercerita
Ist/Dok. TP PKK Kota Singkawang
Para pemenang lomba bercerita berfoto bersama Wakil Wali Kota Singkawang Irwan dan Ketua TP PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni Irwan di lapangan Kantor Perpustakaan Kota Singkawang, Jalan Merdeka, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (20/2/2020). 

SINGKAWANG - Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Singkawang, Juli Wahyuni Irwan memberikan apresiasi yang tinggi untuk ibu Ketua PKK Lelurahan dan para kader PKK lainnya yang sudah bersusah payah penuh semangat berlatih untuk mengikuti lomba bercerita ibu dan anak.

"Luar biasa ibu, saya bangga ibu-ibu PKK bisa tampil dipanggung seperti itu, salut," katanya, Jumat (21/2/2020).

PKK Kota Singkawang bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Kota Singkawang mengadakan lomba dalam upaya menumbuh kembangkan minat baca khususnya pada anak-anak dan ibu-ibu.

Jika tahun lalu lomba bercerita untuk ibu-ibu PKK, maka tahun ini agak berbeda bahkan konon belum pernah diadakan sebelumnya yaitu lomba bercerita ibu dan anak selain lomba bercerita tingkat SD/MI yang diikuti 73 peserta selama 3 hari mulai 18 hingga 20 Februari 2020.

Staf Ahli Bupati Harapkan Usai Lomba Satger PKK-KKBPK, Belitang Hilir Tak Dilupakan Dinas

Lomba cerita ibu dan anak dikuti 34 peserta berlangsung 2 mulai 19 hingga 20 Februari 2020 dimana Grand Final dilaksanakan di lapangan Kantor Perpustakaan Kota Singkawang, Jalan Merdeka, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat.

Ia menuturkan cerita menang kalah itu urusan belakangan, yang utama ibu-ibu semua sudah melalui prosesnya.

Prosesnya itu yang penting dimana ibu-ibu semua sudah berupaya membuka ruang komunikasi yang lebih intens kepada anak dengan membaca buku cerita bersama, berlatih bersama, berdialog, bercanda bersenda gurau dan sebagainya.

"Itu sebenarnya yang oleh kebanyakan anak-anak di luar sana sangat dirindukan. Mereka secara fisik dekat, tetapi jauh tidak ada kedekatan secara emosional lagi," ungkapnya.

Juli menilai peran ibu sebagai sosok yang dikagumi, tempat mereka mengadu, berkeluh kesah, memanjakan diri dan lainnya kian lama kian pupus hilang seiring beranjaknya usia kedewasaan. Sehingga mereka sibuk mencari tempat mengungkaokan curahan hati (curhat) saat terbentur masalah.

Meski tidak selalu dekat, manfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi untuk tidak lepas kontak. Sisihkan waktu untuk saling menyapa.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved