Pembunuhan di Melawi

Masalah yang Picu Pembantaian Sadis Satu Keluarga di Melawi Kalbar, Berawal dari Ucapan

“Hukuman berlapis. Maksimal 20 penjara,” kata Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi.

Tak butuh waktu lama bagi jajaran Polres Melawi untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap Sandi Purwanto (18) dan adiknya Aina Nursifa (4).

Polisi menetapkan D (29) sebagai tersangka dugaan pembunuhan dan penganiayaan terhadap Wita (36), ibu kandung kedua bocah malang.

"Tersangka berinisial D. Pelaku sakit hati terhadap korban," ujar Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi saat konferensi pers di Mapolres Melawi, Rabu (19/2).

Terungkapnya identitas D berkat kesaksian Wita yang saat ini dirawat di RSUD dr Soedarso, Pontianak.

“Korban Wita yang dirujuk ke rumah sakit sempat kritis dan dioperasi. Alhamdulillah sudah bisa diajak berkomunikasi dan menyampaikan nama dan apa yang terjadi,” kata Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi.

Setelah menghabisi korban dengan cara sadis, pelaku bahkan sempat berganti baju dan pergi ke rumah korban.

Bahkan pelaku juga menyusul ke rumah sakit untuk melihat korban yang dianiayanya tersebut.

“Saat kami olah TKP, ada tersangka juga di situ. Ada sembilan saksi yang diperiksa, termasuk pelaku. Setelah menemukan cukup bukti, kami menaikkan statusnya (ditetapkan tersangka, red),” kata Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Primas Dyran Maestro yang mendampingi Kapolres saat press rilis.

D diamankan malam itu juga di lokasi kejadian.

Setelah memeriksa saksi kunci yaitu Wita, korban yang selamat dari pembantaian sadis itu, Satreskrim kemudian melakukan gelar perkara dan menaikkan status D dari terperiksa menjadi tersangka.

Halaman
1234
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved