Beragam Informasi Masuk, Kapolres Landak Sebut Informasi yang Tak Disaring Bisa Jadi Bumerang

Hal tersebut disampaikan Kapolres saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD)

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
Tribunpontianak.co.id/Alfon Pardosi
Kegiatan FGD dengan Tema Milenial Dalam Pusaran Hoax Dan Masa Depan Bangsa Terkait Isu Nasional Dalam Rangka Harkamtibmas di Resto Citra Melodi Ngabang yang dilaksanakan Sat Binmas Polres Landak pada Rabu (19/2/2020). 

LANDAK - Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro SIK menegaskan, perkembangan teknologi informasi tanpa diimbangi kematangan moral setiap individu, tentu menimbulkan masalah sosial dalam masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolres saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Milenial Dalam Pusaran Hoax Dan Masa Depan Bangsa Terkait Isu Nasional Dalam Rangka Harkamtibmas di Resto Citra Melodi Ngabang pada Rabu (19/2/2020).

"Akses beragam informasi apabila tidak disaring dari individu masing-masing, maka akan menjadi bumerang bagi individu itu sendiri, masyarakat, dan bangsa," tegas Kapolres.

Kegiatan FGD yang digagas oleh Sat Binmas Polres Landak ini, dihadiri oleh Bupati Landak yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Landak Drs Alexander Msi.

Kepala Dinas Kominfo Landak, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Landak, Kepala Dinas Kesehatan Landak, Ketua STKIP Pamane Talino Ngabang, Ketua STT Arastamar Ngabang, para Kepala Sekolah SMAN sederajat Kecamatan Ngabang.

Moeldoko Hadir di Acara FGD BPH Migas di Pontianak, Dalami Supply and Demand Gas Bumi di Kalimantan

Para Ketua Organisasi, Mahasiswa dan pelajar SMA sederajat Kecamatan Ngabang kurang lebih 100 orang.

Kapolres juga menjelaskan, kegiatan FGD ini merupakan salah satu program kerja Polres Landak dan bentuk upaya pencegahan atau preemtif dalam menciptakan dan memelihara situasi Kamtibmas di Kabupaten Landak.

Sebab kata dia, di era milenial sekarang, perkembangan teknologi dan informasi begitu cepat dan sangat mudah diakses. Salah satu jenis perkembangan yang dapat kita temui sehari-hari adalah munculnya aplikasi-aplikasi media sosial yang begitu bebas digunakan oleh semua kalangan.

"Dalam perkembangan jaman milenium ini sendiri, kita tidak bisa melupakan tentang adanya pandangan bahwa kejahatan adalah bayang-bayang dari suatu peradaban," ungkapnya.

Sementara itu sambutan Bupati Landak yang disampikan oleh Alexander menuturkan, zaman digital merupakan pemberi zaman kemudahan pada manusia dan hampir semuanya melalui digital.

Mulai dari belanja online, ojek online, membuat SIM (Surat Izin mengemudi) secara online, dan semuanya serba online. Seolah-olah tidak ada lagi hambatan bagi manusia untuk melakukan aktivitasya.

Media digital sendiri bisa didapatkan melalui komputer mau pun smartphone yang selalu dibawa oleh manusia, terutama generasi milenial dalam melakukan kegiatannya.

"Kalangan pemuda khususnya generasi milenial, harus mampu mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Generasi muda harus bisa memetakan tantangan ke depan, agar perjuangan pasca kemerdekaan dapat diimplementasikan dikehidupan sehari-hari," jelasnya.

Lanjut Alex, tantangan terberat yang harus dihadapi generasi milenial adalah bertebarannya informasi bohong alias hoax. Informasi hoax bila dibiarkan bisa memprovokasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan. Maka sudah semestinya generasi milenial untuk memiliki komitmen memerangi hoax.

"Tantangan terberat yang dihadapi generasi milenial adalah bagaimana menjembatani sejarah dan informasi hoax yang menjadi pemecah. Oleh karena itu, tantangan tersebut harus segera ditangani dengan cara memberikan edukasi yang berkelanjutan," pungkasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved