Tak Main-main, Ini Ancaman Penjara dan Denda Bagi Penyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian

Kemudian pada pasal 45 ayat 3, setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 3 dipidana

Tak Main-main, Ini Ancaman Penjara dan Denda Bagi Penyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian
net
Ilustrasi Hoaks 

KAPUAS HULU - Kasat Binmas Polres Kapuas Hulu, Iptu Alin Daya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, agar tidak mencoba untuk menjadi pelaku hoak, karena sanksinya sangat berat.

"Sesuai dengan yang diatur dalam UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pidana penjara paling lama 6 tahun, atau denda paling banyak Rp 1 miliar," ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Kemudian pada pasal 45 ayat 3, setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun, atau denda paling banyak Rp 750 juta.

"Maka dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, agar tidak mudah menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian, terutama pada saat menjelang Pilkada seperti saat ini," ujarnya.

Alin Daya menjelaskan, isu hoax bisa berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan serta dapat menciptakan situasi yang tidak kondusif.

"Untuk itu, masyarakat diminta untuk bijak dalam bermedia sosial," ucapnya.

Pemuda Kapuas Hulu Ditangkap Polisi, Sebulan Polsek Jongkong Ungkap Dua Kasus Narkoba

Dengan ini beberapa langkah melawan isu hoax, diantaranya, mendorong dan mengajak publik untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima, terutama di media sosial. Upayakan sikap kritis dan bijak dalam menilai sebuah pemberitaan.

Terus Kenali situsnya isi pemberitaannya serta siapa yang menyampaikannya. Hati-hati dengan judul yang provokatif. Usahakan jangan hanya membaca judul saja karena kadang publik hanya membaca judulnya saja tanpa membaca secara menyeluruh isi berita yang disampaikan.

Kemudian jika terindikasi pemberitaan tersebut adalah hoaks, jangan mencobanya untuk membagikan situs tersebut kepada yang lain. Namun segera laporkan kepada pihak yang berwenang. Selanjutnya harus adanya kesadaran dari masyarakat.

Lakukan metode kampanye yang inovatif di media sosial untuk bisa meraih simpati pemilih. Adu gagasan yang sehat antar para kontestan. Hindarkan hal yang mengarah pada ujaran kebencian.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved