Punya Kebiasaan Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud, Ini Bahayanya Menurut dr Nelly Jessyca

Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam

Punya Kebiasaan Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud, Ini Bahayanya Menurut dr Nelly Jessyca
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
dr Nelly Jessyca Dokter Umum PNS Puskesmas Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara 

dr Nelly Jessyca
Dokter Umum PNS Puskesmas Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara

TANGGAL 3 Maret 2020 ini akan diperingati sebagai Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran (HKTP) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan telinga dan pencegahan gangguan pendengaran.

Dokter Umum PNS Puskesmas Sungai Paduan, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara dr Nelly Jessyca memberikan tips menjaga kesehatan telinga kepada pembaca Tribunpontianak.co.id. Berikut tulisan lengkap dari dr Nelly Jessyca.

Telinga merupakan organ untuk pendengaran dan keseimbangan yang terdiri dari telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar menangkap gelombang suara diubah menjadi energi mekanis oleh telinga tengah yang kemudian diubah menjadi impuls saraf oleh telinga dalam dan akhirnya dihantarkan ke otak.

Proses mendengar hanya terjadi jika seluruh komponen telinga berfungsi normal. Rusaknya salah satu atau lebih komponen menyebabkan berkurangnya hingga hilangnya kemampuan pendengaran seseorang.

Beberapa tanda telinga sehat adalah mempunyai daun telinga dan liang telinga, tidak keluar cairan dari telinga, mempunyai pendengaran yang baik.

Menurut data WHO diperkirakan ada sekitar 360 juta (5.3%) orang di dunia mengalami gangguan cacat pendengaran. Jumlah ini terdiri atas 183 juta laki-laki dan 145 juta perempuan serta 32 juta anak-anak.

Gangguan pada telinga yang sering terjadi adalah infeksi, vertigo, tinnitus, serumen, gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran dibagi menjadi : tuli konduktif dan tuli sensorineural.

Tuli konduktif jika ada masalah di saluran telinga dan atau telinga tengah sehingga suara tidak dapat masuk ke bagian dalam telinga.

Tuli sensorineural terjadi jika koklea atau saraf pendengaran tidak berfungsi normal sehingga suara tidak terhantar ke otak.

Halaman
123
Penulis: Iin Sholihin
Editor: Iin Sholihin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved