Imbas Dana BOS Telat, Kepsek SDN 09 Kubu Raya Akui Sekolahnya Berhutang Demi Berjalannya Operasional

Kepala Sekolah SD Negeri 09, Sri Priyantinah Listiyanti menyebutkan untuk dana BOS 2020 ini belum diterima sekolahnya.

Imbas Dana BOS Telat, Kepsek SDN 09 Kubu Raya Akui Sekolahnya Berhutang Demi Berjalannya Operasional
Tribunpontianak.co.id/Septi Dwisabrina
Kepala Sekolah SD Negeri 09, Sri Priyantinah Listiyanti 

KUBU RAYA - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seharusnya sudah diterima pihak sekolah guna menjalankan berbagai program dan kegiatan dalam menunjang pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 09 Sungai Raya, Kubu Raya.

Kepala Sekolah SD Negeri 09, Sri Priyantinah Listiyanti menyebutkan untuk dana BOS 2020 ini belum diterima sekolahnya.

"Informasinya dari kementrian keuangan akan langsung mentransfer ke rekening sekolah masing-masing. Tadi saya ada cek, namun belum ada masuk," terangnya kepada Tribun Pontianak.

Menurutnya, belum mencairnya dana BOS ini sangat berdampak di sekolah yang ia pimpin. Sehingga pihak sekolah harus melakukan hutang demi mendukung kegiatan operasional sekolah agar dapat terus berjalan.

Ismail Akui Dana BOS 2020 Belum Disalurkan

Listiyanti mengatakan dengan berbagai tuntutan yang banyak perihal penunjang pendidikan, namun tidak di dukung dengan anggaran yang datang tepat waktu. Sangat mempengaruhi sistem berbagai program dan kegiatan di sekolahnya.

"Kami tidak ada dana talangan. Kami pun sistemnya nge bon (berhutang) dulu, namun tidak dalam jumlah banyak. Tentunya harus memperhitungkan prioritas dan pentingnya. Kita irit-irit dalam penggunaan, setelah dana cair, barulah kami bayarkan," jelasnya

Listiyanti menyebutkan di tahun 2019, SDN 09 mendapat jatah dana BOS sekitar Rp 300 juta. Namun, ia mengatakan dari informasi yang beredar, tahun ini akan ada kenaikan dana BOS.

"Informasi yang sudah beredar di media sosial, ada kenaikan. Tetapi terkait nominalnya, saya belum tahu pastinya," bebernya.

Wanita berhijab ini menambahkan, penggunaan dana BOS di sekolah sudah ada petunjuk teknis untuk pembiayaan delapan pengembangan standar yang dikelola oleh pihak sekolah.

"Sumber utama kan dari dana BOS. diperuntukkan di sekolah kami untuk kegiatan penunjang seperti penerimaan peserta didik baru, untuk ulangan umum, pembayaran guru honorer," ucapnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved