Dinas Kesehatan Sambas Sampaikan Tujuh Poin Imbauan Terkait Virus Corona

Terkait dengan upaya-upaya untuk pencegahan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Sambas.

Dinas Kesehatan Sambas Sampaikan Tujuh Poin Imbauan Terkait Virus Corona
AFP/KAZUHIRO NOGI
Ilustrasi - Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. 

SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fattah Mariyunani mengatakan, pihaknya telah menerima instruksi berupa surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI.

Terkait dengan upaya-upaya untuk pencegahan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Sambas.

Oleh karenanya, mereka menggelar rapat dengan Dinas dan lembaga terkait untuk membahas masalah tersebut.

"Kami juga telah menggelar rapat bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Direktur RSUD Sambas, dan Kepala BNP2TKI Kabupaten Sambas di Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas," ujarnya, Senin (17/2/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari rapat tersebut, di hasilkan tujuh poin tindakan untuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang akan dilakukan, untuk pencegahan virus Corona.

Kadiskes Sambas Targetkan RS Pratama Beroperasi November 2019

Salah satunya adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap pengawasan orang dan barang dari negara yang sudah ada kasus virus Corona.

"Yang pertama meningkatkan pengawasan terhadap orang dan barang dari negara terjangkit, kedua meningkatkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait dilingkungan pintu masuk (Pelabuhan dan PLBDN), ketiga melakukan pengamatan terhadap setiap pelaku perjalanan dengan
tanda/gejala pneumonia dan dilakukan deteksi suhu tubuh," katanya.

"Keempat mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah beraktifitas, kelima mengenakan masker saat bepergian, keenam menghindari berinteraksi dengan orang yang mengalami batu pilek dan yang terakhir, bagi yang menderita batuk pilek untuk selalu mengenakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan/Rumah Sakit terdekat bila ada riwayat melakukan perjalanan ke luar negeri," papar Fattah.

Ia mengungkapkan, tindakan itu di ambil juga sebagai upaya tindak lanjut dari surat edaran yang di keluarkan olej Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tertanggal 6 Januari 2020 Nomor : SR.03.04/II/55/2020, tentang Kesiapsiagaan Dalam Upaya Pencegahan dan Penyebaran Penyakit Pneumonia dari Republik Rakyat Tiongkok.

Serta surat Tanggal 5 Januari 2020 Nomor PM.04.02/111/43/2020, Tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat, yang belum diketahui etiologinya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved