Detonator dan TNT Diamankan dari Gudang Pembuatan Bom Ikan di Pemangkat Kabupaten Sambas

Selain barang bukti di gudang, aparat kepolisian juga memeriksa tiga kapal nelayan.

THINKSTOCK
Ilustrasi garis polisi 

Aparat kepolisian menyita 19 karung berisi pupuk jenis amonium nitrat dengan total berat 437 kilogram, 7 karung berisi botol botol, 5 gen amonium nitrat, sumbu, detonator, dan TNT.

Barang-barang itu disita dari sebuah gudang tempat penyimpanan bahan peledak untuk bom ikan di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Dalam penggerebekan itu, seorang pria dengan inisial PS ditangkap karena diduga sebagai pemilik.

"Seorang pria yang diduga sebagai pemilik gudang dan bahan peledak diamankan dan dalam pemeriksaan penyidik," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go.

Selain barang bukti di gudang, aparat kepolisian juga memeriksa tiga kapal nelayan.

Donny mengatakan, pengungkapan berawal dari laporan masyarakat ini digelar Sabtu (8/2/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.

Informasi itu menyebut tentang adanya gudang penyimpanan bahan peledak untuk pembuatan bom ikan di wilayah Pasar Sungai Melayu, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalbar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi menyelidiki dan sekitar pukul 05.00 WIB dilakukan penggrebekan.

“Dari penggeledahan, ditemukan berupa tumpukan karung yang berisi amonium nitrat, TNT dan detonator tanpa adanya dokumen izin yang sah,” jelas Donny.

"Barang bukti sedang dilakukan uji balistik oleh Jibom Detasemen Satuan Brimob Polda Kalbar,” ujar

Tersangka PS dijerat dengan Pasal 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Gerebek Gudang Pembuatan Bom Ikan di Kalbar"
Penulis : Kontributor Pontianak, Hendra Cipta
Editor : David Oliver Purba

Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved