Dana BOS Belum Cair, Kepala Sekolah Bayar Gaji Honor Pakai Uang Pribadi

Sedangkan dana BOS sangat diperlukan untuk membiayai operasional sekolah dan menggaji guru honorer.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Ilustrasi - Ribuan guru dan pengurus PGRI Kalbar saat aksi damai di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (27/6/2016). Dalam aksi ini, para guru menutut segera dicairkannya dana BOS. 

KAYONG UTARA - Kepala SMAN 3 Sukadana, Almustahar mengungkapkan sampai saat ini dana BOS 2020 masih belum cair.

Padahal, tahun 2020 sudah memasuki bulan Februari.

Sedangkan dana BOS sangat diperlukan untuk membiayai operasional sekolah dan menggaji guru honorer.

Akibat hal ini, dia pun terpaksa mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp 10 juta per bulan untuk membayar gaji guru honorer dan petugas security.

Hal yang sama juga dilakukan oleh kepala sekolah lain.

Masalah seperti ini selalu terjadi dari tahun ke tahun.

Jatah 50 Persen Dana BOS untuk Gaji Guru Honorer, Suherdiyanto: Beri Ruang Sekolah untuk Kelola

"Kalau untuk sekolah-sekolah lain yang lebih besar bisa sampai Rp 30 juta per bulan yang harus ditalang dengan dana pribadi kepala sekolah," kata Almustahar yang juga menjabat Ketua MKKS Kayong Utara kepada Tribun, Jumat (14/2/2020).

Di lain sisi, kata Almustahar, pihak sekolah juga terpaksa mengutang untuk membeli berbagai perlengkapan yang diperlukan sekolah.

Utang baru dilunasi setelah dana BOS cair.

"Ini belum kita bicara mau UN (Ujian Nasional). Tentu masih ada kebutuhan lagi untuk membiayai UN," ujar Almustahar.

Halaman
12
Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved