Penyeludupan Telur Penyu

BREAKING NEWS - Polres Sambas Tangkap Penyelundup 4.255 Butir Telur Penyu

Dari pengamanan itu, terdapat kurang lebih 4.255 butir telur penyu yang dikemas dalam enam kardus secara terpisah.

BREAKING NEWS - Polres Sambas Tangkap Penyelundup 4.255 Butir Telur Penyu - barang-bukti-telur-penyu-dan-juga-tersangka-saat-diamankan-secf.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Polres Sambas
Barang bukti telur penyu, dan juga tersangka saat diamankan oleh Satreskrim Polres Sambas, di Jalan Raya Pelabuhan Sintete, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Minggu (16/2/2020).
BREAKING NEWS - Polres Sambas Tangkap Penyelundup 4.255 Butir Telur Penyu - barang-bukti-telur-penyu-dan-juga-tersangka-saat-diamankan-ad.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Polres Sambas
Satreskrim Polres Sambas saat mengamankan barang bukti telur penyu seludupan di Jalan Raya Pelabuhan Sintete, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Minggu (16/2/2020).

SAMBAS - Polres Sambas mengamankan pria paruh baya pelaku penyelundupan sebanyak 4.255 butir telur penyu berinisial SP (58).

Disampaikan oleh Kapolres Sambas AKBP Robertus Bellarminus Herry Ananto Pratikno melalui Kasatreskrim Polres Sambas AKP Prayitno jika tersangka ditangkap siang tadi, Minggu (16/2/2020).

Pelaku ditangkap pada saat hendak melintas di Jalan Raya Pelabuhan Sintete, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar). 

"Tersangka diamankan hari ini, sekitar pukul 10.00 WIB, di Jalan Raya Pelabuhan Perintis Sintete, Dusun Sintete, Desa Singaraya, Kecamatan Semparuk," ujarnya. 

Polisi Beberkan Kronologi Pengungkapan Pengiriman 14 Kardus Telur Penyu di Pelabuhan Sentete

Dari pengamanan itu, terdapat kurang lebih 4.255 butir telur penyu yang dikemas dalam enam kardus secara terpisah.

"Diperkirakan ada 4.255 butir telur penyu yang dibagi dalam enam kardus, dibawa oleh tersangka mennggunakan mobil angkot jenis minibus," jelasnya.

Barang bukti telur penyu, dan juga tersangka saat diamankan oleh Satreskrim Polres Sambas, di Jalan Raya Pelabuhan Sintete, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Minggu (16/2/2020).
Barang bukti telur penyu, dan juga tersangka saat diamankan oleh Satreskrim Polres Sambas, di Jalan Raya Pelabuhan Sintete, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Minggu (16/2/2020). (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Polres Sambas)

Oleh karenanya, pengemudi minibus yang juga tersangka Supardi, beserta barang bukti digelandang oleh petugas kepolisian ke Mapolres Sambas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif kepada tersangka, dan akan dikenakan Pasal 40 ayat (2) Jo pasal 21 ayat (2) huruf e UU RI No. 5 tahun 1990 ttg Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," tutupnya.

Ingatkan Masyarakat

Beberapa waktu yang lalu, Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah mengingatkan masyarakat agar tidak mengkonsumsi telur penyu.

Hal itu kata Hairiah agar keberadaan telur penyu bisa tetap terjaga dan keberlangsungan hidup penyu kian terjaga,

Selain itu kata dia, penyu juga merupakan hewan yang dilindungi, karenanya tidak boleh di konsumsi telurnya.

"Memang tak cuma wilayah Kabupaten Sambas yang merupakan daerah persinggahan dan tempat penyu bertelur, ada juga dari tambelan dan pulau serasan," ujarnya, Minggu (16/2/2020).

"Namun kita menghimbau kepada masyarakat untuk berhenti mengkonsumsi telur penyu dari manapun, karena penyu merupakan hewan yang dilindungi dan memiliki siklus hidup yang rentan," tegas Hairiah.

Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat Sambas untuk peduli dengan keberadaan penyu, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Jangan ada yang memburu penyu untuk kemudian diambil telurnya, dan lain lain, kita semua harus peduli terhadap keberadaan penyu yang juga merupakan salah satu ikon wisata kabupaten Sambas, lindungi penyu dari hal-hal yang bisa merusak kelestariannya," katanya.

Tidak hanya melarang untuk mengkonsumsi telur penyu.

Wakil Bupati Sambas itu juga mengapresiasi munculnya kelompok dan komunitas yang selama ini selalu berupaya melindungi hewan tersebut.

Menurutnya, keberadaan komunitas-komunitas yang peduli akan lingkungan, telah banyak membantu keberlangsungan kehidupan penyu.

"Seiring juga telah banyak muncul dan eksis kelompok dan komunitas yang sadar akan keberadaan penyu yang sangat perlu dijaga dan dilestarikan," ungkapnya.

"Ini sangat membantu siklus perkembangan kehidupan penyu, dan kita berharap agar kelompok dan komunitas tersebut terus eksis membantu kelestarian penyu," tutupnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved