Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok BTP Akan Rilis Buku Kedua, Novel Bamukmin Beri Komentar Menohok

Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan Ahok dikabarkan akan kembali merilis buku terbarunya.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok BTP Akan Rilis Buku Kedua, Novel Bamukmin Beri Komentar Menohok
Dok. Istimewa
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan Ahok dikabarkan akan kembali merilis buku terbarunya.

Buku Ahok yang kedua dirilis dengan judul 'Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob'.

Sesuai dengan judulnya, cerita yang tertuang dalam buku tersebut berkisah tentang pengalaman Ahok selama menjalani masa hukuman di jeruji besi Mako Brimob.

Mendengar kabar tersebut, PA 212 sontak mengungkapkan argumen mereka terhadap buku yang akan segera dirilis itu.

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin menilai kisah Ahok dalam penjara tidak layak untuk diterbitkan dalam bentuk buku.

Jika hal itu terjadi makan artinya, pemerintah memberi ruang bagi penista agama.

Mahfud MD Bandingkan Pendukung Anies Baswedan & Ahok di ILC TVOne, Juga Kampanye Jokowi & Prabowo

"Membuat buku kisah Ahok sama juga memberikan bukti pemerintah rezim

Jokowi adalah jelas pembelaannya terhadap penista agama sampai didemo oleh umat Islam berjilid-jilid sampai 7 juta orang pada 2 Desember 2016," kata Novel di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Tak hanya itu, buku yang ditulis sendiri oleh Komisaris PT Pertamina (Persero) itu dinilai Novel sebagai kunci pembuka ruang bagi seorang penista agama di Indonesia.

Novel berpendapat Ahok sedang dikondisikan oleh rezim dengan dalih mengaku pancasila.

"Jadi jelas dengan kisah Ahok yang ditulisnya sendiri ini memberikan bukti bahwa seorang penista agama mempunyai tempat di negara yang berpancasila ini," sambungnya.

"Yang ada kelompok mengaku 'saya Indonesia saya pancasila', ternyata pendukung penista agama yang sama juga itu menjadi penghina Pancasila, namun dikondisikan di rezim ini sebagai pahlawan yang dipuji-puji dan diberikan jabatan," ucap Novel.

Di sisi lain, tak sedikit masyarakat yang menantikan perilisan buku kedua milik Ahok. Mereka mengaku antusias dan penasaran dengan buku tersebut.

Artikel ini telah tayang di Sonora.id dengan judul "Ahok Rilis Buku, PA 212: Penista Agama kok Dapat Ruang Rezim Jokowi?"

(*)

Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved