Berbeda Pilihan DPD Golkar Kabupaten/Kota, Pengamat: Proses Pendewasaan Politik Golkar

Awal kemacetan koordinasi jenjang organisasi partai dapat terjadi dari sebab ini.

Berbeda Pilihan DPD Golkar Kabupaten/Kota, Pengamat: Proses Pendewasaan Politik Golkar
FACEBOOK
Ireng Maulana MA 

PONTIANAK - Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana menilai jika perbedaan pilihan DPD Golkar di Kabupaten Kota merupakan proses pendewasaan politik dari parpol berlambang pohon beringin tersebut.

Berikut penuturannya.

Secara pragmatis, para DPD kabupaten-kota memang tidak dapat secara vulgar untuk menunjukkan keberpihakan mereka kepada salah satu kandidat ketua Golkar Propinsi.

Jika terlalu awal memberikan dukungan, dan ternyata pada saat penentuan yang terpilih malahan bukan kandidat ketua yang mereka dukung, maka akan dapat menyebabkan pola komunikasi yang serba salah kemudian antara ketua terpilih dan DPD Kabupaten-Kota bersangkutan.

Golkar Kayong Utara Tegaskan Dukung Maman Abdurahman Jadi Ketua DPD

Awal kemacetan koordinasi jenjang organisasi partai dapat terjadi dari sebab ini.

Pilihan terbaik memang bagi para DPD kab/kota untuk sementara menyimpan arah dukungan mereka sembari melakukan kajian yang relevan dengan dinamika pemilihan ketua karena siapapun dari empat kandidat tadi dapat terpilih.

Strategi ini lebih baik diambil untuk menjaga soliditas partai secara internal menjelang detik-detik pemilihan ketua Propinsi.

Para DPD di daerah tentu sudah memiliki informasi yang lengkap untuk menentukan kandidat yang akan mereka dukung, dan keputusan-keputusan yang akan diambil tentu melalui identifikasi situasi yang baik pula.

Sepertinya tidak ada DPD daerah yang mau terlihat berbeda ketika arah dukungan sudah akan semakin menguat ke kandidat ketua tertentu.

Namun siapapun yang terpilih, idealnya figur yang bersangkutan akan dapat bekerjasama dengan DPD kab/kota walaupun dinamika pemilihan nantinya barangkali akan banyak perdebatan dan perbedaan dukungan.

Seharusnya Publik Golkar Kalbar sudah terbiasa dengan proses semacam ini karena regenerasi kepemimpinan dalam organisasi harus terjadi walaupun terjadi beda arah dukungan, dan tidak perlu menjadi alat dikemudian hari untuk menekan mereka yang tidak sama dalam pilihan.

Publik Golkar tentu sangat dewasa dalam Musda yang sudah kesekian kalinya dalam sejarah kemajuan Golkar

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved