Sutarmidji Akan Ganti Balai Latihan Kerja Jadi Pusat Sertifimasi Tenaga Kerja

Hal yang lebih penting menurutnya pemerintah harus melengkapi peralatan praktik kerja atau Lan kerja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada

Sutarmidji Akan Ganti Balai Latihan Kerja Jadi Pusat Sertifimasi Tenaga Kerja
IST
Gubernur Kalbar, H Sutarmidju saat menjadi Inspektur upacara Hari Keselamatan Kerja Nasional di halaman Disnakertrans Provinsi Kalbar, Rabu (12/2/2020). 

PONTIANAK - Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan sejak awal tidak setuju adanya Balai Latihan Kerja milik Pemerintah Provinsi Kalbar. Kedepan ia akan mengganti Balai Latihan Kerja dengan Pusat Sertifikasi Tenaga Kerja.

Hal yang lebih penting menurutnya pemerintah harus melengkapi peralatan praktik kerja atau Lan kerja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada.

"Jadi SMK harus dilengkapi lab yang lengkap dan baik, supaya mereka punya keahlian," ucapnya saat Hari Keselamatan Kerja Nasional di halaman Disnakertrans Provinsi Kalbar, Rabu (12/2/2020).

Setelah itu para pelajar lulusan SMK juga harus disertifikasi. Untuk berbagai jenis bidang yang ada. Dengan demikian mereka akan lebih dihargai ketika bersaing mencari lapangan pekerjaan.

Sebab ia melihat dari kasus kecelakaan kerja yang tarjadi selalu berkaitan dengan upah yang murah. Selain upah murah, kelengkapan di perusahaan tempat bekerja juga tidak standar. Akibatnya menimbulkan kasus kecelakaan kerja yang semakin banyak.

Sutarmidji Sebut BPHTB Masih Ada Ruang untuk Lakukan Pungli

"Insyallah mulai tahun ini Pemprov akan mengganti balai latihan kerja dengan, pusat sertifikasi tenaga kerja,"ucapnya.

Nantinya para pencari kerja khususnya lulusan SMK dan perguruan tinggi yang memerlukan sertifikasi keahlian bisa mengikuti pelatihan di Pusat Sertifikasi Tenaga Kerja.

Orang nomor satu di Kalbar itu juga akan berupaya menyinergikan dengan program bantuan Pra Kerja dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Mekanismenya bisa saja para lulusan SMK dan perguruan tinggi ini mengikuti pematangan keahlian selama dua minggu. Kemudian mengikuti tes untuk mendapat sertifikat.

Setelah itu mereka yang memegang sertifikat bisa mendapat tunjangan selama tiga bulan dari program Pra Kerja sekaligus dalam waktu mencari pekerjaan.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved