Makam Seratus Tahun

Misteri Temuan Makam Suami-Istri di Pontianak, Sejarah Orang Pertama di Kelurahan Tengah

Makam yang dipagar keliling dengan semen setinggi 50 cm dan panjang sekira 3x1 meter berwarna ungu itu terlihat sangat tidak terurus.

Misteri Temuan Makam Suami-Istri di Pontianak, Sejarah Orang Pertama di Kelurahan Tengah
Tribunpontianak.co.id/Ferryanto
Sejarawan Pontianak Syafaruddin Daeng Usman (kuning) saat mendoakan Sipan, tokoh yang di makamkan di Jalan Kutilang Pontianak, sejak ratusan tahun lalu. Rabu (12/2/2020) siang. 

PONTIANAK - Makam berusia ratusan tahun terbengkalai di Jalan Kutilang, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar).

Menurut sejarawan Pontianak Syafaruddin Daeng Usman makam tersebut merupakan makam suami istri bernama Sipan, dimana keduanya merupakan warga pertama yang tinggal di kampung tengah yang kini berganti nama menjadi Kelurahan Tengah.

Bahkan, dahulu kala, nama Sipan sempat di abadikan menjadi nama jalan.

Makam yang dipagar keliling dengan semen setinggi 50 cm dan panjang sekira 3x1 meter berwarna ungu itu terlihat sangat tidak terurus.

Bahkan seperti lokasi pembuangan sampah sementara, karena di dalam makam tersebut banyak terdapat sampah.

Kepada Tribun, Syafaruddin Usman menceritakan bahwa dari Sipan merupakan warga perantauan yang datang dari tanah Jawa ke Kalimantan Barat, Pontianak.

BREAKING NEWS - Misteri Makam Tua di Jalan Kutilang Pontianak Terungkap

Ia bersama istri datang ke Pontianak bersama dengan rombongan lainnya, dimana saat itu Pontianak masih berjuluk Kota Tanah Seribu.

"Pada saat pertumbuhan kolonial, Pontianak ini hanya terdiri dari beberapa kampung, Kota Pontianak pada jaman dulu namanya Kota Tanah Seribu, yang luasnya hanya 1000 meter persegi,"katanya.

Sementara untuk warga pendatang dari Jawa, Kolonial menempatkan mereka di Kampung Jawa atau daerah sumur bor yang saat ini menjadi jalan Pangeran Nata Kusuma.

"Kemudian pada masa itu tahun 1890 menjelang akhir abad tersebut berdatangan lah Masyatakat dari Jawa, mereka di tempatkan di kampung Jawa atau namanya daerah Sumur Bor sekarang, ada diantara pendatang itu ada yang bernama Sipan beserta istri, tidak menetap disana dan membuka kawasan lain, yang mana kawasan itu mereka namanya kampung tengah, ada namanya kampung darat, kampung laut mereka ditengah-tengah, makanya mereka namakan kampung tengah,"ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa Sipan merupakan sosok yang sangat terkenal pada masanya sehingga ketika Sipan meninggal, masyarakat setempat mengabadikan namanya menjadi nama jalan.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved