PLBN Sungai Kelik Operasional 2024

"Paling lambat oprasionalnya 2024. Tahun ini mulai proses pembangunan," ujar Andon, Senin (10/2).

PLBN Sungai Kelik Operasional 2024
Tribunpontianak.co.id/Agus Pujianto
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Setda Sintang, Andon 

SINTANG - Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Setda Sintang, Andon mengatakan tahun ini proses pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Jasa Sungai Kelik mulai dikerjakan.

Targetnya PLBN tipe B yang dibangun di Sungai Kelik, Ketungau Hulu, oprasional tahun 2024.

"Paling lambat oprasionalnya 2024. Tahun ini mulai proses pembangunan," ujar Andon, Senin (10/2).

Hasil komunikasi Andon dengan Satker, pada bulan Juli ini akan dimulai lelang fisik.

"Bentuknya bisa bangunan atau lahan. Kan perlu land clearing juga.

Dan pembangunanya secara simultan, karena multi years," ungkapnya.

PLBN Sungai Kelik akan dibangun di atas bukit kelingkang, tepatnya di patok H507.

Pembangunan PLBN Sungai Kelik Dapat Sejahterakan Warga Perbatasan

Menurut Andon, terkait dengan akses jalan, tahun ini dilanjutkan peningkatan jalan dsri Rasau ke Sungai Kelik.

"Terkait dengan jalan akses juga, itu juga dilanjutkan dari rasau ke sungai kelik, tahun ini peningkatan. Tahun kemarin belum selesai, putus kontrak dilelang ulang," kata Andon.

Dandim 1205/Sintang, Letnan Kolonel Inf Rachmat Basuki menilai pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Desa Sungai Kelik ke depan mampu menggerakkan perekonomian wilayah dan masyarakat sekitar perbatasan.

Selain itu, kehadiran PLBN juga dapat memberikan sarana kemudahan bagi warga perbatasan.

"Dengan dibangunnya PLBN Sui Kelik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan serta menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia yang tinggal di perbatasan," ujar Dandim.

Baca: Andon Jabarkan Manfaat PLBN Jasa Sungai Kelik Dibangun Tipe B

Baca: PLBN Jasa Sungai Kelik di Kabupaten Sintang Dibangun Tipe B

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi juga menyambut baik rencana pembangunan PLBN Sungai Kelik, apalagi tipe B.

Dengan begitu, potensi ancaman kejahatan transnasional bisa diantisipasi.

" Semua orang yang keluar masuk Indonesia bisa tercatat. Yang pasti keamanan harus diperketat supaya barang-barang yang dilarang tidak masuk ke Indonesia," kata Kapolres. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved