Lawan Perdagangan Orang, Gereja Katolik Gelar Ibadat Peringatan Santa Jhosepine Bhakita

Namun solusi sebenarnya adalah pertobatan hati, memotong rantai permintaan konsumen untuk memotong pasar.”

IST
Kongregasi Suster-Suster SFD menggelar ibadat Peringatan Santa Jhosepine Bhakita pelindung bagi para korban perdagangan orang pada hari doa dan refleksi melawan perdagangan orang, di halaman Asrama Kartini dan Asrama Don Bosco Buntok, Kalimantan Tengah, Sabtu (8/2/2020). Ist/Dok. Pengurus Asrama Kartini dan Don Bosco Buntok 

Citizen Reporter
Pengurus Asrama Kartini dan Don Bosco Buntok
Eddy Ratno Susanto

Perdagangan orang hingga saat ini masih menjadi persoalan penting di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kita di Indonesia, tercatat dari data pertahunnya dari Kementerian Sosial sejak tehun 2016 hingga pertengahan tahun 2019 mencapai 4.906 orang.

Jumlah yang tentunya cukup membuat mata kita terbuka lebar.

Sudah semestinya hal ini menjadi perhatian serius bagi kita semua, baik dari kalangan mana saja, termasuk Gereja Katolik.

Mengutip pernyataan Paus Fransiskus pada Ceramah dihadapan peserta Hari Doa dan Refleksi Sedunia Melawan Perdagangan Orang, pada 2 Februari 2018 yang lalu “Jika ada begitu banyak gadis korban perdagangan orang yang bernasib hidup di jalanan di kota-kota kita, ini karena banyak kaum laki-laki - muda, dewasa maupun tua yang meminta pelayanan mereka untuk memuaskan nasfu kesenangan mereka.

Maka saya heran, apakah penyebab utama perdagangan orang adalah benar-benar pedagang orang?

Saya yakin penyebab utama adalah keegoisan tak bermoral orang-orang munafik didunia ini.

Hairiah Hadiri Workshop Profil Perdagangan Orang di Perbatasan Kalbar

Tentu, menangkap pedagang orang adalah kewajiban demi keadilan.

Namun solusi sebenarnya adalah pertobatan hati, memotong rantai permintaan konsumen untuk memotong pasar.”

“Perdagangan Orang Adalah Aib dan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan dan Kita Harus Berkerjasama Untuk Mengakhiri Perdagangan Yang Mengerikan ini” (Paus Fransiskus).

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved