Cap Go Meh

Festival Tatung Kubu Raya, Kris Harapkan Budaya Tionghoa Terus Dilestarikan

Kris menceritakan sebelumnya harus melakukan beberapa persiapan selama 39 hari, sebelum dewa-dewa langit bisa masuk ke raga nya.

TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Kris (kanan) saat berada di acara Festival Tatung, yang diadakan di Klenteng Cang Miau Kung Kung, yang terletak di jalan Parit Nomor 2, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (8/2/2020). 

KUBU RAYA - Perayaan Cap Go Meh 2020/2571 turut meriahkan dengan sejumlah 50 Tatung yang menampilkan atraksinya di acara Festival Tatung, yang diadakan di Klenteng Cang Miau Kung Kung, yang terletak di jalan Parit Nomor 2, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (8/2/2020).

Dalam perayaan festival Tatung ini, Kris satu diantara Tatung yang berasal dari Dharma Bakti Raya Sam Sin Miau, berharap perayaan seperti inipun terus dilakukan.

"Semoga budaya Tionghoa ini terus bisa dilakukan, dan dapat lebih berkembang lagi untuk ditahun-tahun kedepannya," kata Kris kepada Tribun.

Kemudian ia pun merasakan, pada perayaan Festival Tatung yang diadakan oleh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Kubu Raya ini, lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Atraksi 50 Tatung Meriahkan Perayaan Cap Go Meh Kubu Raya

"Ditahun inipun ada kemajuan sih, ada perkembanglah, dan saya rasa lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya," sampainya.

Lanjutnya sebelum melakukan atraksi ini, Kris menceritakan sebelumnya harus melakukan beberapa persiapan selama 39 hari, sebelum dewa-dewa langit bisa masuk ke raganya.

"Kita persiapan seperti untuk sesajennya, segala puasa apa segala macam kan, itu selama 39 hari."

Sejumlah Tatung turut menampilkan atraksinya di acara Festival Tatung, yang diadakan di Klenteng Cang Miau Kung Kung, yang terletak di Jalan Parit Nomor 2, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (8/2/2020).
Sejumlah Tatung turut menampilkan atraksinya di acara Festival Tatung, yang diadakan di Klenteng Cang Miau Kung Kung, yang terletak di Jalan Parit Nomor 2, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (8/2/2020). (TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI)

"Selama 39 hari itupun kita membersihkan dan mensucikan badan kita. Jadi dewa-dewa langit itu bisa masuk ke raga kita, jadi kitalah perantaranya," ungkapnya.

Lalu pada tandu atau alat yang digunakan kris pun saat atraksi, harus dipersiapkan juga. Sebab alat-alat yang digunakan seperti pisau, atau lainnya harus benar-benar tajam.

"Karena barang ini kalau dewa sudah mau datang, alat alat tersebut harus benar-benar tajam," tuturnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved