Breaking News:

Cap Go Meh

Cap Go Meh Singkawang Jadi Even Terbesar Dunia, Tjhai Chui Mie Ucap Syukur dan Bangga

Festival Cap Go Meh dikukuhkan sebagai kekayaan intelektual komunal, ekspresi budaya tradisional oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami

"Mari kita pelihara predikat kota tertoleran tetap bisa kita pertahankan," ajaknya.

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Fachrul Razi mewakili Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo akan membuka pawai Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang, Sabtu (8/2/2020).

 Gubernur Kalbar Sutarmidji Hadiri Pembukaan Festival Cap Go Meh Singkawang 2020

Pembukaan dilakukan Menag dengan memukul loku (gendang), di panggung kehormatan, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

Turut mendampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Ketua Umum Panitia, Hengky Setiawan.

Ketua Pelaksana Panitia, Tjhai Leonardi, Kapolda, Pangdam, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan stakeholder lainnya.

Sutarmidji Apresiasi

Gubenur Kalimantan Barat menghadiri pembukaan festival Cap Go Meh Singkawang 2020 , Sabtu (8/2/2020).

Pada sambutannya Gubernur Kalbar mengatakan event Cap Go Meh Di Singkawang menjadi event wisata terbesar di Kalbar maupun di Indonesia.

"Samejak saya jadi Walikota saya tidak mengizinkan tatung main di Pontianak supaya fokus di Singkawang. Jadi di Pontianak hanya naga saja. Jadi bagi penonton yang mau nonton punya pilihan. Apakah mau nonton naga di Pontianak atau Tatung di Singkawang," jelasnya.

Midji juga mengapresiasi jajaran Pemkot Singkawang berdasarkan kerjasama dengan Tim Koordinator dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah).

Gubernur Kalbar, H Sutarmidji ditengah keramaian usai pembukaan festival Cap Go Meh Singkawang 2020 , Sabtu (8/2/2020).
Gubernur Kalbar, H Sutarmidji ditengah keramaian usai pembukaan festival Cap Go Meh Singkawang 2020 , Sabtu (8/2/2020). (Tribunpontianak.co.id/Anggita Putri)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan evaluasi sistem Monitoring Center For Prevention (MCP) di Kalimantan Barat untuk mengawasi pemerintah daerah sekarang Kota Singkawang berada di urutan kedua setelah Provinsi Kalbar.

"Perizinan di Kota Singkawang kini menjadi pelayanan tercepat di Kalbar. Terus perbaiki dan berbenah. Untuk progres yang sudah dilakukan oleh Pemkot Singkawang."

"Saya apresiasi dan sudah diresmikan juga command center Kota Singkawang. Jadi semua data bisa di akses oleh masyatarakat melalui command center," jelasnya.

Ia mengatakan kota Singkawang juga sebagai kota bertoleran di Indonesia itu adalah kunci untuk melaksanakan pembangunan. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved