Cap Go Meh
VIDEO: Kisah Dibalik Tradisi Ritual Cuci Jalan Tatung Singkawang
Satu di antara Tatung perempuan, Su Sian menceritakan makna ritual cuci jalan kepada Tribun Pontianak.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
SINGKAWANG - Suara loku (gendang) bersama gong dan lonceng menghentak jalan di negeri berjuluk 1.000 klenteng, menggiring para tatung memasuki Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Jalan Sejahtera, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (7/2/2020).
Satu persatu Tatung memasuki Vihara untuk berdoa dan memohon petunjuk kepada dewata atau leluhur.
Ada yang tua, muda, pria dan wanita mengenakan pakaian khas masing-masing.
Para kru yang mendampingi turut masuk membawa tandu, dupa, kertas, pedang, golok, tongkat, lonceng dan alat lainnya yang digunakan sebagai pelengkap atraksi Tatung.
• VIDEO: Pawai Lampion dan Atraksi Naga di Singkawang
Sesaat sebelum memasuk Vihara, mereka melakukan atraksi. Kerumunan ratusan pengunjung di depan Vihara yang menonton dan mengabadikan dengan ponsel maupun kamera tak gentar mengusik mereka.
Bau kemenyan dan dupa menyengat di sekitar rombongan para tatung. Tubuh mereka bergetar ketika berjalan.
Bergerak tak bisa diam. Kedua tangannya tak henti-hentinya berayun dengan jari jemari seperti sedang membuat jurus silat.
Beberapa tatung lainnya melakukan atraksi di atas tandu. Besi tajam yang menempel pun diinjak sambil berusaha melompat-lompat.
Seperti menginjak kayu biasa, kulit kaki mereka tak tergores sedikit pun, hanya terlihat bekas membentuk dari kulit.
Tatung lainnya tak juga kalah seru. Sambil memegang golok, mereka menggosok-gosokkannya ke seluruh tubuh.
Mulai tangan, badan, kaki, leher, wajah, telinga, hidung hingga lidah. Anehnya tak ada luka gores yang terlihat.
Aksi yang dilakukan para tatung sebagai ritual membersihkan jalan menjelang Cap Go Meh 2020 yang akan dilaksanakan, Sabtu (8/2/2020) besok.
Ritual ini wajib dilakukan sebagai penolak bala sehari sebelum Cap Go Meh dilaksanakan. Bersih jalan juga dipercaya untuk keselamatan dan mendatangkan berkah bagi masyarakat.
Satu di antara Tatung perempuan, Su Sian menceritakan makna ritual cuci jalan kepada Tribun Pontianak.
Ia didampingi saudara perempuannya yang juga Tatung saat ditemui di kediamannya Klenteng Tho Fab Kiung, Jalan P Belitung, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.
Seperti apa suasananya, simak video di atas.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: