Cap Go Meh

Mengintip Tradisi Cuci Jalan Tatung Singkawang, Tolak Bala Jelang Perayaan Cap Go Meh

Anak keenam dari tujuh bersaudara ini telah siap untuk melakukan atraksi bersama keluarganya besok.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Atraksi tatung saat prosesi tatung cuci jalan (bersih kota) di vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (7/2/2020). Sejauh ini, terdaftar 11 Tatung asal Malaysia akan ambil bagian, sementara itu 813 Tatung lainnya berasal dari Singkawang, Pontianak, Sungai Pinyuh, Bengkayang, Pemangkat dan Sambas. 
SINGKAWANG - Suara loku (gendang) bersama gong dan lonceng menghentak jalan di negeri berjuluk 1.000 klenteng, menggiring para tatung memasuki Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Jalan Sejahtera, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (7/2/2020).
Satu persatu Tatung memasuki Vihara untuk berdoa dan memohon petunjuk kepada dewata atau leluhur.
Ada yang tua, muda, pria dan wanita mengenakan pakaian khas masing-masing.
Para kru yang mendampingi turut masuk membawa tandu, dupa, kertas, pedang, golok, tongkat, lonceng dan alat lainnya yang digunakan sebagai pelengkap atraksi Tatung.
Sesaat sebelum memasuk Vihara, mereka melakukan atraksi. Kerumunan ratusan pengunjung di depan Vihara yang menonton dan mengabadikan dengan ponsel maupun kamera tak gentar mengusik mereka.

FOTO: Pawai Lampion Sambut Cap Go Meh di Singkawang

Bau kemenyan dan dupa menyengat di sekitar rombongan para tatung. Tubuh mereka bergetar ketika berjalan. Bergerak tak bisa diam.
Kedua tangannya tak henti-hentinya berayun dengan jari jemari seperti sedang membuat jurus silat.
Beberapa tatung lainnya melakukan atraksi di atas tandu. Besi tajam yang menempel pun diinjak sambil berusaha melompat-lompat.
Seperti menginjak kayu biasa, kulit kaki mereka tak tergores sedikit pun, hanya terlihat bekas membentuk dari kulit.
Tatung lainnya tak juga kalah seru. Sambil memegang golok, mereka menggosok-gosokkannya ke seluruh tubuh.
Mulai tangan, badan, kaki, leher, wajah, telinga, hidung hingga lidah. Anehnya tak ada luka gores yang terlihat.
Aksi yang dilakukan para tatung sebagai ritual membersihkan jalan menjelang Cap Go Meh 2020 yang akan dilaksanakan, Sabtu (8/2/2020) besok.
Ritual ini wajib dilakukan sebagai penolak bala sehari sebelum Cap Go Meh dilaksanakan. Bersih jalan juga dipercaya untuk keselamatan dan mendatangkan berkah bagi masyarakat.
"Supaya acara nanti semuanya berjalan dengan mulus, lancar, gak ada halangan lainnya," kata satu di antara Tatung perempuan, Su Sian
Tradisi cuci jalan yang dilakukan para Tatung menjelang perayaan Cap Go Meh telah berlangsung sejak dahulu mulai dari nenek moyang. Bahkan sebelum nama Kota Singkawang lahir dan terbentuk.
Tiga hari sebelum menjalankan tradisi turun temurun dari generasi ke generasi ini, ia harus menjalani pantang memakan daging. Hanya sayuran saja yang boleh dimakan.
Segala alat perlengkapan dan air suci menjadi hal wajib yang disiapkan.
Air yang diberkati ini akan diperciki sepanjang jalan yang dilewati untuk membuka sekaligus membersihkan jalan.
Beberapa klenteng didatangi oleh para Tatung. Ini tergantung keinginan roh yang merasuki tubuh.
Su Sian sendiri mulai melakukan ritual dari kediamannya Klenteng Tho Fab Kiung, Jalan P Belitung, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat sekitar pukul 07.00 wib hingga 09.00.

VIDEO: Deklarasi Pilkades Damai di Putussibau Selatan

Ia tak sendiri. Ada tujuh Tatung bersama dirinya yang melakukan ritual. Kelompok Tatung mereka disebut Cetya Tho Fab yang diwariskan oleh ayahnya yang juga seorang tatung, Chi Sun Kong.
Pak Chi memiliki tujuh orang anak yang mewarisi tradisi Tatungnya. Mereka di antaranya Akhim, Su Cin, Monica, Su Sian, Susan, Hero dan termuda Kevin.
Empat Tatung wanita dan empat Tatung Pria yang merupakan satu keluarga akan tampil besok saat Cap Go Meh.
Anak keenam dari tujuh bersaudara ini telah siap untuk melakukan atraksi bersama keluarganya besok.
Ia berharap acara akan berlangsung aman dan meminta pengunjung menonton dengan tertib. "Semoga pada acara ini kita semua diberkati," harapnya. (doi)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved