Penemuan Mayat

Tempuh Perjalanan Jauh Jadi Penunjuk Jalan, Seorang Pria Ditemukan Tewas Dalam Truk di Sekadau

Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala memaparkan menurut keterangan dari anak Manhuri bahwa almarhum memang memiliki riwayat sakit.

Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Madrosid
IST/Dok.Humas Polres Sekadau
Kondisi almarhum Manhuri saat terbaring kaku di dalam mobil truk miliknya yang terparkir di Jl. Merdeka Timur Sekadau, Kabupaten Sekadau, Senin (3/2/2020) 

SEKADAU - Nekat berpergian dengan kondisi sakit dan tak makan berhari-hari seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam mobil truk miliknya, di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), Senin (3/2//2020)

Korban bernama Manhuri ditemukan meninggal dunia oleh rekan kerjanya saat berada di Jln Merdeka Timur Sekadau, ketika hendak menuju Kota Pontianak.

Kapolres Sekadau AKBP Marupa Sagala memaparkan menurut keterangan dari anak Manhuri bahwa almarhum memang memiliki riwayat sakit.

Sebelumnya istri korban sudah melarang untuk bepergian ikut bersama rekannya Fadillah

Namun korban tetap memaksa pergi dengan alasan Fadillah tidak mengetahui rute perjalanan.

Diketahui Manhuri (58) adalah seorang warga Jl. Almubarak RT 002 RW 00 Desa Babirik Hilir, kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan.

BREAKING NEWS: Seorang Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Dalam Truk  

Almarhum bersama rekan kerjanya Fadillah berangkat dari Kabupaten Hulu Sungai Utama menuju Kota Pontianak.

Selama 6 hari perjalanan dari Kalsel menuju Sekadau Kalbar, Manhuri tidak ada mengkonsumsi makanan.

Ia menolak diajak makan dan mengatakan tidak mempunyai nafsu makan.

Senada dengan hal itu berdasarkan keterangan saksi H. Syafrudin yang juga merupakan supir truk berasal dari Kalimantan Selatan.

Sempat bertemu dengan keduanya di rumah makan Simpang Silat Kapuas Hulu.

Manhuri terlihat dalam keadaan lemas dengan posisi baring di bangku truk.

Usai mendapat laporan petugas Polres Sekadau langsung mendatangi lokasi, dan membawa jenazah ke RSUD Sekadau untuk dilakukan visum.

Pihak kepolisian menyarankan kepada keluarga korban yang diwakili Fadillah untuk dilakukan autopsi.

Namun keluarga korban menolak dan menerima kematian almarhum karena sakit yang dideritanya.

Sementara untuk sakit yang diderita korban belum dapat dipastikan, namun korban diyakini tidak makan selama 6 hari perjalanan. 

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved