KRONOLOGI Tiga Pelajar SMP Kejar dan Tendang Jambret, Ingat Pesan Almarhum Ayah hingga Tuai Pujian

Mereka tak pikir panjang untuk menolong YM (35) yang menjadi korban penjambretan oleh pelaku HR (29), Sabtu (1/2/2020).

KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON
Dari kiri Zaidan (jaket biru), Pandu (tengah) dan Riswan (kanan), Sabtu (1/2/2020). 

Aksi dan keberanian tiga pelajar SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, Pandu (13), Riswan (13) dan Zaidan (12) patut diacungi jempol.

Mereka tak pikir panjang untuk menolong YM (35) yang menjadi korban penjambretan oleh pelaku HR (29), Sabtu (1/2/2020).

Lebih hebatnya lagi, mereka berani melawan jambret yang membawa senjata tajam.

Keberanian ketiganya bukan tanpa dasar. Mereka ternyata berasal dari keluarga besar kepolisian.

Pandu mengatakan ayahnya telah meninggal enam bulan lalu.

Ayahnya pernah berpesan agar dia berani melawan kejahatan.

"Harus berani, jangan takut," kata Pandu menirukan nasihat ayahnya, saat ditemui Kompas.com di Kantor Polsek Samarinda Kota, Sabtu (1/2/2020).

Saat itu, Sabtu (1/2/2020) YM berteriak minta tolong usai tasnya dijambret di Jalan Urip Sumoharjo, Gang Annur, Kecamatan Samarinda Kota.

Ketiga pelajar SMP yang kebetulan berada di sekitar lokasi langsung sigap mengejar RH dengan sepeda motor.

Aksi kejar-kejaran berakhir saat sepeda motor RH kehabisan bensin di Jalan Ahmad Dahlan, tiga kilometer dari lokasi YM.

Halaman
12
Editor: Rizky Zulham
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved