UPDATE Penyebab Ribuan Babi Mati Mendadak, Apa Ada Kaitan dengan Virus Flu Babi Afrika ?

"Jangan ada ketakutan berlebih. Setiap memasak daging babi atau olahanannya, pastikan benar-benar matang," tegasnya.

Shutterstock
UPDATE Penyebab Ribuan Babi Mati Mendadak, Apa Ada Kaitan dengan Virus Flu Babi Afrika ? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Fenomena ribuan babi mati mendadak di Bali membuat sejumlah peternak babi di Bali menjerit. Tak terkecuali di Klungkung.

Pasca mewabahnya penyakit hewan yang diduga virus babi Afrika di sejumlah wilayah di Klungkung, Dinas Pertanian langsung melakukan survei 50 peternakan yang berisiko terinfeksi.

Dari jumlah itu, 26 di antaranya berisiko tinggi karena kerap memanfaatkan pakan dari sisa-sisa makanan hotel dan restoran.

"Sisa makanan dari hotel dan restoran ini, juga termasuk salah satu faktor penular. Karena banyak juga hotel dan restoran yang memanfaatkan olahan babi impor, yang kami tidak bisa jamin bebas dari virus atau tidak," ujar Kabid Keswan Dinas Pertanian Klungkung, AA Raka Arnawa, saat mengecek sentra peternakan dan tempat pemotongan babi di Klungkung, Senin (3/2/2020).

"Sehingga bagi peternak yang memanfaatkan pakan dari makanan sisa hotel atau restoran harus dimasak lagi sampai matang," ujar dia.

Kadis Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida mengungkapkan, sejauh ini belum ada indikasi yang menyatakan virus babi Afrika menular dari babi ke manusia.

Waspada Ribuan Babi Mati Mendadak dan Dijual Harga Murah, Peternak Minta Kejelasan Pemerintah

Hanya saja pihaknya meminta masyarakat tetap waspada, dengan memastikan setiap memasak daging babi harus benar-benar matang.

"Jangan ada ketakutan berlebih. Setiap memasak daging babi atau olahanannya, pastikan benar-benar matang," tegasnya.

Tempat pemotongan babi pun kini dilarang mendatangkan babi dari daerah yang saat ini angka kematian babinya cukup tinggi.

Karena di sejumlah daerah di Bali, telah banyak ternak babi mati yang diduga karena virus tersebut.

Wabup Klungkung Made Kasta mengaku turun ke peternak untuk memastikan langkah antisipasi penularan penyakit babi Afrika.

"Kami harus pastikan ke setiap peternak untuk kedepankan pencegahan, dengan disinfektan dan pembatasan lalu lintas kandang. Sementara bagi pemotong hewan, agar mendatangkan ternak babi dari daerah-daerah yang ada kasus kematian babi secara signifikan," tegasnya. 

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Sisa Makanan Dari Hotel dan Restoran di Bali Dicurigai Jadi Faktor Penularan Virus Babi Afrika

(*)

Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved