Breaking News:

Masyarakat Natuna Protes Keras Karantina WNI Dari China Ditempatkan di Daerahnya, Ini Alasannya

Mereka terus melakukan unjuk rasa menolak kedatangan warga yang dipulangkan dari Wuhan, China. Apalagi, warga yang dievakuasi dari China

Penulis: Syahroni | Editor: Syahroni
YOUTUBE KOMPAS TV
Natuna Kepulauan Riau Jadi Lokasi Karantina 250 WNI dari Virus Corona Pasca Dievakuasi dari Wuhan China 

TRIBUN PONTIANAK - Belum lama ini Natuna ramai diperbincangkan lantatran ulah negara China yang memasuki wilayah perairan Natuna.

Bahkan Pemerintah Indonesia sampai mengirim kapal perang untuk menjaga laut atau teritorial Indonesia agar tidak diganggu oleh para nelayan hingga kapal keamanan laut China.

Kali ini, masyarakat Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau kembali heboh. Mereka  terus melakukan unjuk rasa menolak kedatangan warga yang dipulangkan dari Wuhan, China. Apalagi, warga yang dievakuasi dari China tersebut dikarantina di Kabupaten Natuna.

Bahkan, unjuk rasa tersebut nyaris berujung anarkis, saat beberapa warga membakar ban mobil dan di tengah jalan menuju bandara.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Natuna Haryadi mengatakan, ada enam tuntutan yang diminta warga Natuna untuk pemerintah pusat.

Enam tuntutan tersebut yakni, masyarakat Natuna meminta pemerintah daerah dapat menjadi penyambung lidah kepada pemerintah pusat, untuk menyampaikan apa yang menjadi tuntutan masyarakat Natuna.

Kedua, masyarakat Natuna meminta agar WNI dari Wuhan untuk dipindahkan karantinya di KRI milik TNI. Kemudian, KRI tersebut ditempatkan di lepas pantai. "Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan dan kecemasan warga, karena saat ini masyarakat Natuna sudah cemas dan resah," kata Haryadi saat ditemui, Minggu (2/2/2020).

Ketiga, masyarakat Natuna meminta agar pemerintah daerah dan pusat memberikan kompensasi berupa jeminan kesehatan seperti posko layanan darurat dan cepat.

Hal itu untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Natuna. Kemudian, meminta pemerintah untuk mendatangkan dokter psikiater bagi masyarakat Natuna.

"Saat ini tidak fisiknya saja yang kena, namun mentalnya juga kena terkait kegiatan ini," kata Haryadi. Selanjutnya, masyarakat Natuna meminta agar Menteri Kesehatan berkantor di Natuna selama proses karantina dan observasi ini dilakukan di Natuna selama 14 hari.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved