Korban Gigitan Ular

Kekhawatiran Panji Petualang King Kobra 'Garaga' Dilepas, Buntut King Kobra Maut di Kalbar

Panji lantas mengungkapkan pilihannya Garaga dilepas jika anak-anak mengetahui Garaga sudah dilepas harapannya tidak akan meniru lagi.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/Instagram @panjipetualang_real/ Facebook @anokta bertus
Kekhawatiran Panji Petualang King Kobra 'Garaga' Dilepas, Buntut King Kobra Maut di Kalbar 

Irfan mengaku sempat berdiskusi dengan Panji petualang terkait hal ini.

Namun sepertinya keputusan Panji melepas Garaga sudah bulat.

Irfan pun hanya bisa mendukung apapun keputusan sahabatnya itu.

Irfan menyesalkan mengapa banyak orang yang menyalahkan Panji.

Irfan Hakim menegaskan bahwa video yang dibuat Panji bukan diperuntukkan untuk anak-anak.

"Misalnya anak-anak mau nonton harus ada pendampingan orangtua," ujar Irfan Hakim.

Irfan Hakim mengatakan ular merupakan binatang berbahaya dan harus berhati-hati.

Irfan Hakim mengaku memiliki banyak kenangan dengan garaga.

 Pawang Ular di Kalbar Meninggal , Panji Petualang Disalahkan dan Putuskan Lepas King Kobra Garaga

Irfan mengaku ia kerap berkomunikasi dengan Panji Petualang.

Saat itu, Panji mengaku sedih lantaran video yang ia bikin kerap memberi peringatan namun tidak pernah dihiraukan.

Irfan Hakim mengaku beruntung sempat bertemu garaga.

"Saya beruntung pernah dikalungkan garaga, saya takut, tapi itu kenangan sanagat indah sekali, Panji bukan sembarangan orang," ujar Irfan Hakim.

Namun demikian, Irfan Hakim menyerahkan keputusan seutuhnya ke Panji.

Irfan mengaku berpesan agar garaga tidak dilepas.

Sebelumnya, melalui akun YouTubenya PANJI PETUALANG panji memperlihatkan kadang mewah Garaga, pada 28 Januari 2020.

Panji memutuskan akan melepas garaga.

"Saya putusin Garaga emang harus kita rilis," ujar Panji.

Panji khawatir adegan-adegannya banyak ditiru anak kecil.

"Jadi engak ada pilihan lain karena jujur ternyata kedekatan saya sama Garaga jadi inspirasi buat banyak adik-adik kecil kita di Indonesia," ujarnya.

Panji mengaku sangat sayang Garaga.

Panji khawatir jika garaga dilepas di alam, garaga belum tentu dapat makan karena sekarang jarang ada ular.

"Saya sayang banget sama Garaga pastinya dan yang saya khawatirkan saat Garaga lepas di alam,satu aja sih, dia enggak ada makanan karena di hutan belum tentu ada makanan akrena makanan Garaga kan ular," ujarnya.

"Ular sendiri sekarang kaya yang kita tahu banyaknya di daerah deket pemukiman, terus belum lagi pemburu," imbuhnya.

Panji khawatir garaga ketika dilepas, garaga malah jadi dibunuh para pemburu.

"Garaga ini kan king kobra besar, empedu sama darahnya itu berharga banget. Khawatirnya kena pemburu dipotong... Itu yang saya pikirin," ujar Panji resah.

Panji lalu memikirkan lokasi untuk melepas garaga.

 TEWASKAN Pawang Ular di Mempawah, Ini Beda Ular Kobra dan King Cobra

Panji memilih Cianjur sebagai lokasi melepas garaga ke alam.

"Jadi tugas kita untuk melepaskan Garaga memang berat karena kita harus nyari lokasi yang emang pas untuk Garaga dimanapun. Saya kepikiran di Cianjur," ujar Panji.

Sementara itu, menurut Panji, di Purwakarta sudah tidak ada alam yang tertutup.

"Kalau di Purwakarta saya enggak tahu karena di sini areanya udah terbuka, hutan juga bukan hutan yang rapat lagi," ujarnya.

"Emang masih ada di Purwakarta hutan yang masih rapet cuma kan sempet survey jarang ada ular. Jadi makanannya yang enggak ada walaupun alamnya bagus," imbuhnya.

Panji lalu juga mengatakan untuk tidak mencari Aoda, ibunya Garaga.

"Intinya sih, saya nyatakan selain pelepasan Garaga kita lakukan, pencarian Aoda juga kita hentikan. Daripada makin banyak yang terobsesi," ujarnya.

Panji memilih menghentikan pencarian Aoda dan melepaskan garaga.

Hal itu lantaran ia ingin menghindari orang-orang terobsesi dengan caranya yang ia lakukan.

"Kalau sekarang Aoda didapatkan, otomatis Aoda ada di sini juga bareng sama Garaga. Itu malah bikin orang semakin interest dengan apa yang kita lakukan, makanya untuk menghindari itu, kita lebih monitoring di alam aja lah," ujar Panji.

Panji mengatakan saat ini ia lebih fokus untuk melepas garaga.

"Tapi kalau ada report dari temen A Kapa yang suka ngasih info dari Sumedang tentang Aoda, kita masih follow up tapi kalau dicari mah enggak ya kayanya, kita hentiin dulu sementara. Kita fokusin dulu ke pelepasan Garaga," ujarnya.

Setelah itu, Panji menunjukkan sebuah kandang besar untuk tempat garaga.

Panji mengatakan kandang garaga dan Aoda dibuat seperti alam.

"Ini kandangnya besar, rencananya di sini ada aliran sungai, terus dalamnya ada tumbuh-tumbuhan gitu, biar kayak alam beneran," ujar Panji.

FAKTA BARU King Cobra Bunuh Pawang Ular di Mempawah Kalbar! Jumlah Gigitan King Kobra, Video & Foto-Foto.
FAKTA BARU King Cobra Bunuh Pawang Ular di Mempawah Kalbar! Jumlah Gigitan King Kobra, Video & Foto-Foto. (Screenshot Facebook@Anokta Bertus)

Sebelumnya, orang pria di Desa Pak Utan Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah tewas setelah digigit berkali-kali.

Video pria bermain dengan ular king kobra hingga digigit berkali-kali itu bahkan viral di media sosial instagram.

Salah satunya diunggah akun instagram @ndorobeii, Senin (27/1/2020).

Di dalam video tersebut, tampak pria yang hanya memakai celana pendek tanpa mengenakan baju itu berkali-kali digigit ular king kobra yang berukuran cukup besar.

Lalu, ular tersebut menggigit tangan kanan dan kening pria tersebut.

Setelah digigit king kobra berkali-kali, atraksi dihentikan dan korban sempat dilarikan ke klinik.

Namun, korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

Setelah kejadian itu, Panji disalahkan.

Panji pun menjawab tudingan itu dengan menulis unggahan di akun Instagramnya.

"DI PATOK ULER"
WAH GARA2 NIRU PANJI NIH
LU AJE GOBLOK, UDAH TAU ADA WARNING DAN HIMBAUAN KALO APA YANG SI PANJI LAKUIN ITU BAHAYA ! TETEP NIRU YA WAYAHNE KOE AMSYONG," ujarnya.

Di unggahan lainnya, Panji kembali mengingatkan untuk tidak bermain-main dengan ular berbisa tanpa menggunakan alat.

"Turut berduka cita

Pawang LOH Tapi saat apes datang celaka gak ada yang tau.

Atraksi,interaksi,menangkap ular dengan tangan kosong jelas ya bukan main main.. nyawa loh taruhannya, Bantu himbau temen,saudara,keluarga kalian yang mulai suka pegang2 ular pake tangan Inget... 1x gigitan bakal bikin nyawamu terbang ke angkasa jadi tolong jangan BODOH.. ," tutur Panji.

Panji juga membeber penyebab pawang tersebut tewas di tangan king kobra.

Menurut Panji Petualang yang selama ini sering memainkan king kobra Garaga miliknya, sang pawang itu tewas karena telat penanganannya.

Dari tayangan video yang dilihat tampak sang pawang tidak langsung melakukan imobilisasi setelah digigit king kobra.

Justru sang pawang masih berkomunikasi dengan rekannya dan masih memegang king kobranya.

Padahal imobilisasi ini harus segera dilakukan karena ada harapan untuk kita sembuh.

"Kuncinya, pertolongan pertama. Ini hukum wajib untuk keselamatan selain antibisa," kata Panji dalam video yang diunggah di channel youtube miliknya, Senin (27/1/2020).

Selain penanganan pertama, sang pawang juga tidak mendapat suntikan antibisa.

Diakui Panji, saat ini belum ada antibisa king kobra di rumah sakit Indonesia.

Antibisa yang ada hanya dipakai untuk mengobati gigitan ular kobra biasa, ular tanah dan welang.

"Jadi idealnya untuk mengobati tga gigitan ular dari satu bisa yuang kita miliki di Indonesia ini," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved