Breaking News:

Hasil Otopsi Lina

Sule Kebingungan Tanggapi Hasil Otopsi Lina, Polisi Ungkap Ibunda Rizky Febian Tak Terbukti Dibunuh

Meski pada awalnya mendukung putranya, Rizky Febian, membuat laporan ke polisi, Sule kini merasa tak ada yang harus ditanggapi atas hasil dari otopsi

Editor: Dhita Mutiasari
KOLASE/ TribunStyle.com/ YouTube KH Infotainment
Sule Kebingungan Tanggapi Hasil Otopsi Lina, Polisi Ungkap Ibunda Rizky Febian Tak Terbukti Dibunuh 

"Di ginjal ditemukan hipertensi kronis," lanjut Saptono Erlangga.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri kemudian menjelaskan mendiang Lina sebelumnya sudah menderita hipertensi dan sempat dihimbau untuk tidak melahirkan secara normal.

"Yang bersangkutan sebelum beliau melahirkan sudah terdeteksi adanya penyakit hipertensi.

Dokter menyampaikan bahwasanya almarhum melahirkan dengan cara sesar," ujar AKBP Galih Indragiri.

Namun Lina menolak dan hal tersebut menjadi salah satu pemicu berbagai penyakit lain yang diidap ibunda Rizky Febian.

"Namun almarhum bersikeras untuk melahirkan secara normal,

Ini salah satu hal yang memungkinkan penyakit-penyakit itu timbul," ujar AKBP Galih Indragiri.

Rekaman CCTV sebelum Lina meninggal dunia
Rekaman CCTV sebelum Lina meninggal dunia (YouTube Inews)

3. Penyebab tubuh lebam biru Lina

Polisi juga menjelaskan lebam yang terjadi di tubuh ibunda Rizky Febian yang sempat menimbulkan kecurigaan.

"Jadi hal yang paling penting dalam kasus ini sebetulnya pemahaman yang salah tentang lebam.

Mungkin dipikir lebam ini diakibatkan oleh kekerasan," ujar dokter ahli forensik.

Dokter mengatakan lebam yang ada di tubuh mendiang Lina terjadi secara normal seperti orang yang meninggal pada umumnya.

"Lebam adalah hal normal terjadi pasca orang sudah mengalami kematian.

Dan itu timbul kurang lebih biasanya 20 sampai 30 menit pascakematian," lanjutnya.

Lebam yang timbul dikarenakan tidak adanya aliran darah.

Sehingga menyebabkan pewarnaan kulit menjadi gelap.

"Karena ada suatu daerah yang tidak dialiri kapiler dan kapiler itu berhenti darahnya. Karena sudah mengalami kematian.

Itu akan memberikan pewarnaan pada kulit.

Dan dia akan menjadi gelap kalau ada mekanisme namanya hipoksia.

Artinya sebelum kematiannya itu ada fase dimana kadar oksigen sedikit dan kadar karbohidrat meningkat."

Dokter juga menjelaskan perbedaan lebam dan memar yang membuat orang salah sangka.

"Sedangkan memar itu pecahnya pembuluh darah di bawah kulit.

Yang biasaya disebabkan kebanyakan oleh kekerasan," ujar dokter.

Teddy dan mendiang Lina
Teddy dan mendiang Lina (Kolase TribunStyle/ YouTube Populer Seleb)

Dokter menyampaikan perbedaan lebam dan memar.

"Sangat berbeda antara memar dan lebam, lebam itu ada darah yang keluar di jaringan bawah kulit.

Sementara memar itu darahnya tidak keluar di dalam saluran pembuluh darah," tuturnya.

Sementara yang terjadi di tubuh mendiang Lina adalah lebam dan bukan memar karena kekerasan.

"Jadi yang ditemukan dalam jenazah ini sebenarnya bukan kekerasan bukan memar.

Lebam ini bukan memar, dan lebam itu adalah normal terjadi pada orang yang meninggal," ujar dokter. 

Teddy Pardiyana berdoa di makam Lina Zubaedah
Teddy Pardiyana berdoa di makam Lina Zubaedah (Status Selebriti SCTV)

4. Lina masuk rumah sakit sebelum meninggal

Pada akhir November silam, Lina juga sudah pernah pingsan dan masuk rumah sakit.

Hal tersebut dikarenakan penyakit lambung yang dideritanya.

"Tanggal 21 November almarhum masuk rumah sakit Al Islam, pingsan juga pada saat itu dan disampaikan oleh dokter saat itu mengalami penyakit lambung," ujarnya.

Dokter lantas memberikan obat-obatan untuk penyakit lambung Lina Zubaedah.

"Tanggal 24 November juga almarhum disampaikan oleh dokter lambungnya semakin parah dan sudah diberikan obat-obatan."

Pihak keluarga sempat membawa Lina untuk berobat dan menerima vonis yang sama, yakni adanya penyakit lambung parah.

"Second opinin dari keluarga dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit Santosa, di rumah sakit Santosa juga sama jadi almarhum juga mengalami sakit lambung yang parah," tutur AKBP Galih Indragiri.

Pihak kepolisian mengatakan suami Lina, Teddy mengetahui penyakit Lina setelah diberitahu oleh rumah sakit.

"Teddy, suami almarhum tahunya juga setelah diberi tahu pihak rumah sakit," ujar AKBP Galih Indragiri.

5. Kelanjutan laporan pasal pembunuhan oleh Rizky Febian

Polisi juga akhirnya  menyimpulkan laporan Rizky Febian tidak terbukti mengandung unsur tindak pidana.

"Tidak terbukti dalam peristiwa tersebut adanya tindak pidana," ujar Saptono Erlangga.

Saat ditanya mengenai keberlanjutan laporan tersebut, Satreskrim Polrestabes Bandung mengaku belum akan memanggil Rizky.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Polisi Sebut Tak Ada Tanda Pembunuhan Meninggalnya Lina, Ini yang Membuat Sule Kebingungan Merespon

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved