Tjhai Chui Mie Gerah Postingan di Medsos Berisi Provokasi Terkait Virus Corona

Chui Mie meminta kepada para pengguna Medsos agar tak memposting kalimat-kalimat yang menakut-nakuti masyarakat.

TRIBUNPONTIANAK/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, dr Barita Ompusunggu (kanan) dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Aziz Kota Singkawang, dr Ruchanihadi memberikan keterangan usai melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas instansi mengenai kesiapsiagaan merebaknya virus corona di ruang rapat Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (29/1/2020). 

Muncul Virus Corona dari China membuat seluruh negara di dunia waspada akan penyebarannya.

Seluruh perlintasan jalur keluar masuk tiap negara jadi sorotan termasuk di Indonesia sendiri.

Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai wilayah perbatasan telah menetapkan 3 rumah sakit jadi rujukan penanganan pasien virus corona, bahkan kewaspadaan juga dilakukan setiap daerah di Kalbar.

Namun bagi Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie malah merasa gerah atas maraknya postingan sejumlah akun media sosial (Medsos) yang mengandung unsur menakut-nakuti masyarakat dan provokasi terkait virus corona.

Kota Singkawang saat ini menjadi perhatian nasional maupun daerah lantaran akan menggelar Festival Imlek 2571 dan Cap Go Meh 2020 yang melibatkan wisatawan mancanegara.

Chui Mie meminta kepada para pengguna Medsos agar tak memposting kalimat-kalimat yang menakut-nakuti masyarakat.

Menurutnya, berdosa jika melakukan perbuatan menakut-nakuti masyarakat.

VIDEO: Tjhai Chui Mie Imbau Netizen Tak Tebar Ketakutan Wabah Virus Corona

"Menakut-nakuti membuat orang tidak tenang dan memprovokasi. Itu hal yang tak boleh dilakukan," kata Chui Mie di sela-sela rapat koordinasi (Rakor) lintas instansi kesiapsiagaan merebaknya virus corona yang digelar di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Singkawang, Jl Firdaus, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (29/1/2020).

Ia meminta pengguna Medsos memberikan edukasi dan ketenangan melalui informasi yang benar, bukan menyebar informasi yang justru membuat kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

"Kalau ada informasi yang benar silakan masukkan, tapi bukan yang menakut-nakuti," kata Wako.

Halaman
123
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved