Breaking News:

Pembunuhan di Pontianak

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Penusukan di Kafe Jalan 28 Oktober

, pihaknya saat ini telah memeriksa sejumlah saksi, dan juga memeriksa CCTV yang terpasang di warkop tersebut.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
 Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin, membenarkan bahwa RW (30), pelaku keributan di sebuah warkop Jl. 28 Oktober meninggal dunia, usai mendapat perawatan intensif di ICU RS Anton Soedjarwo. RW menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (30/1) pukul 11:44 WIB.  

PONTIANAK - Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin membenarkan bahwa RW (30), pelaku keributan di sebuah warkop Jl. 28 Oktober meninggal dunia, usai mendapat perawatan intensif di ICU RS Anton Soedjarwo. RW menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (30/1) pukul 11:44 WIB. 

"Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak medis barusan, bahwa RW yang merupakan pelaku penganiayaan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11:44 WIB," ujar Komarudin ditemui di RS Anton Sujarwo. 

Komarudin menambahkan, pelaku setelah ditangkap oleh pihaknya langsung dilarikan ke Puskesmas Siantan, karena kondisi pelaku juga kritis, maka dirujuk ke RS Anton Soedjarwo. 

BREAKING NEWS: Pelaku Penusukan di Kafe Jalan 28 Oktober Meninggal Dunia

"Penanganan lebih lanjut tadi malam sempat ditangani oleh dokter kemudian juga dibawa dipindahkan ke ruang ICU yang bertahan semalam, dan siang ini dinyatakan meninggal dunia," kata Komarudin.

Namun, lanjut Komarudin, untuk kasus penganiayaan tersebut pihaknya masih tetap mendalami untuk mengungkap motifnya.

Pihaknya saat ini telah memeriksa sejumlah saksi, dan juga memeriksa CCTV yang terpasang di warkop tersebut. 

"Dari rekaman CCTV yang kita dapat memang terduga ataupun pelaku kuat melakukan tindakan penyerangan kepada korban. Kalau kita lihat dan kita cocokkan dengan bukti rekaman (CCTV) yang kita dapat itu luka pada korban bukan diakibatkan oleh penganiayaan ya, tapi lebih kepada bertahannya korban pada saat kejadian korban bertahan menghindari serangan-serangan senjata tajam dengan menggunakan barang yang ada di TKP, berupa kursi dan sebagainya," ungkap Komarudin.

Untuk luka yang dialami pelaku, lanjut dia, jelas sekali terlihat benturan pada saat kejadian.

Secara kasat mata, terdapat luka di bagian kepala ada sebanyak tiga luka. 

"Kita belum bisa mengetahui modus, motif dari pelaku melakukan penyerangan belum bisa kita ungkap karena ya pelaku meninggal dunia. Tapi untuk saksi sudah ada 7 orang yang kita periksa," tukas Komarudin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved