Breaking News:

Temuan Mayat

BREAKING NEWS - Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kematian Gadis Cantik Bebalut Handuk, Tolak Otopsi

Ia mengatakan, saksi-saksi yang diperiksa merupakan pria yang diduga rekan korban dan juga beberapa para tetangga korban.

TRIBUN PONTIANAK /FILE
AKP Rully Robinson Polli saat diwawancarai awak media. Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kematian Gadis Cantik Bebalut Handuk, Tolak Otopsi. 

BREAKING NEWS - Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kematian Gadis Cantik Bebalut Handuk, Tolak Autopsi

PONTIANAK - Kepolisian telah memeriksa 4 saksi dalam kasus kematian gadis bernama Gusti Arini Wijaya (30) yang diduga tidak wajar.

Sebelumnya diberitakan bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal di rumah kontrakannya yang berada di Jalan Parit Demang, Gang Musdalifah Kompleks Kurnia 9 nomor A8.

Korban meninggal diduga jatuh dari kamar mandi, dan saat itu ada seorang pria yang diduga rekan korban berada di rumah korban dari sebelum ditemukan meninggal. 

Pemeriksaan terhadap 4 saksi tersebut diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson Polli.

Ia mengatakan, saksi-saksi yang diperiksa merupakan pria yang diduga rekan korban dan juga beberapa para tetangga korban. 

Kronologi Wanita Cantik Diculik 6 Pria, Dibius hingga Disekap Tiga Hari Tanpa Makan di Rumah Kosong

"Kita sudah memeriksa empat orang saksi-saksi yang berada di TKP, kemudian yang tetangga-tetangga dari korban. Jasad korban juga telah dibawa ke RSUD Soedarso," ujarnya, Kamis (30/1).

Untuk jenazah korban, kata dia, juga telah dilakukan visum. Namun, untuk hasilnya masih menunggu untuk dapat dipublikasikan. 

Sementara itu, Ahli Forensik RSUD Soedarso dr Monang menuturkan, dirinya telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban. Ia membeberkan dari hasil pemeriksaannya tidak menjumpai adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

"Setelah saya lakukan pemeriksaan, saya tidak menjumpai adanya tanda-tanda kekerasan (pada tubuh korban) itu yang paling penting. Nah kalau dikatakan kenapa sebab meninggalnya tidak bisa saya ungkapkan secara terbuka di media," ujar dr Monang Siahaan

"Nanti saya tuangkan apa yang saya periksa tersebut ke visum, dan visum itulah nanti saya serahkan ke teman-teman Polresta," sambungnya. 

Ia juga mengatakan, pihaknya hanya melakukan visum sesuai dengan perundang-undangan. Karena, kata dia, pihaknya tidak bisa melakukan autopsi dikarenakan ada penolakan dari pihak keluarga untuk dilakukan autopsi. 

"Pihak keluarga enggan (dilakukan autopsi), kalau (pihak keluarga) tidak setuju, kita tidak bisa memaksakan, pun ada perundang-undangannya kan gitu. Mau tak mau kita buat berita acara penolakan itu," tukas Monang Siahaan.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved