Pembunuhan di Pontianak

Pelaku Penganiayaan di Jalan 28 Oktober Meninggal Dunia, Diduga Cedera Otak Parah

Kondisi pasien, lanjut dia, sudah terjadi cedera otak berat, dan adanya patah dasar tengkorak, dan juga sudah meluas pendarahannya.

TRIBUNPONTIANAK/RIVALDI ADE MUSLIADI
Penanggungjawab ICU RS Anton Soedjarwo AKP dr. Sigit Sutanto Sp.An 

PONTIANAK - Penanggung Jawab ICU RS Anton Soedjarwo AKP dr. Sigit Sutanto Sp.An menjelaskan saat pihaknya menerima rujukan pasien yang merupakan pelaku kondisinya sudah dalam keadaan koma, dan juga sempat mengalami henti jantung.

"Kita langsung melalukan resusitasi jantung paru di UGD dan pulih kembali untuk jantungnya namun kesadarannya masih tidak pulih (koma)."

"Kemudian kita masukan ke (ruang) ICU dan kita sudah konsultasi juga dengan (bagain) syaraf," ujarnya, Kamis (30/1/2020).

Kondisi pasien, lanjut dia, sudah terjadi cedera otak berat, dan adanya patah dasar tengkorak, dan juga sudah meluas pendarahannya.

Sempat Dirawat di RS Bhayangkara, Pelaku Penganiayaan di Jalan 28 Oktober Meninggal Dunia

Sehingga kondisi pasien ini sudah koma dan sudah vegetatif, artinya hanya bisa hidup dengan bantuan support pernafasan dan obat.

"Kemarin sore sudah langsung kita masukan ke ruang ICU, melihat perkembangannya dari pemeriksaan lebih lanjut pasien sudah mengalami mati batang otak."

"Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan perawatan," tutur dr. Sigit.

dr. Sigit juga menjelaskan, luka terparah yang dialami oleh korban ada pada bagian dalam otak.

Meskipun ia mengakui pihaknya telah melakukan upaya maksimal, dengan memberi ventilator alat bantu pernafasan, obat-obatan, dan untuk tindakan operasi sendiri pasien sudah tidak bisa dilakukan.

"Karena kerusakan pada bagian otaknya sudah terlalu parah, jadi kita lakukan tindakan konservatif saja," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved