Penipuan di Pontianak

Penipuan dengan Modus Loloskan PNS di Pontianak, Satu Keluarga Jadi Korban hingga Rugi Ratusan Juta

Empat korban Misnadi yang terdata di kepolisian rata-rata memang lulusan keperawatan dan sudah menyandang profesi Ners.

Penipuan dengan Modus Loloskan PNS di Pontianak, Satu Keluarga Jadi Korban hingga Rugi Ratusan Juta
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Seorang ASN Kemenkes diamankan anggota kepolisian di Polsek Timur, Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (27/1/2020). MS diamankan lantaran menipu menjanjikan korban lolos ASN dengan nilai kerugian korban mencapai sekitar Rp 160 juta. 

Kasus penipuan seorang oknum PNS Politeknik Kesehatan Pontianak, Misnadi (37), menimbulkan kerugian total uang sebanyak 163 juta.

Aksinya mulus dilakukan dengan iming-iming dapat meloloskan keempat korbannya menjadi seorang PNS di lingkungan Dinas Kesehatan.

Atas perbuatannya, Misnadi diciduk jajaran Polsek Pontianak Timur lantaran dilaporkan korbannya.

"Kebetulan yang bersangkutan ASN di salah satu instansi pemerintah. Awal mula, si pelaku menjanjikan bahwa pelaku bisa membantu untuk menjadikan kelurga korban sebagai PNS dalam tahun 2018," ungkap Kapolsek Pontianak Timur Kompol Sunaryo saat konfrensi pers di Mapolsek Pontianak Timur, Senin (27/1/2020) siang.

Kapolsek menuturkan, kasus ini terungkap saat korban berinisial AR melapor ke Polsek Pontianak Timur bahwa anak dan beberapa keluarganya telah ditipu Misnadi.

Misnadi menjanjikan kepada para korbannya dapat meloloskan menjadi PNS di lingkungan Dinas Kesehatan.

Empat korban Misnadi yang terdata di kepolisian rata-rata memang lulusan keperawatan dan sudah menyandang profesi Ners.

POPULER - Aksi Penipuan 5 Kawanan Pria dan Wanita di Pontianak, Tawarkan Daun Muda Bertarif Murah

Sejak 2018 hingga 2019, para korban yang sudah menyetorkan uang tak kunjung diterima menjadi PNS.

Memasuki 2020, janji Misnadi kepada para korban juga tak kunjung terealisasi. Lantaran tak kunjung terealisasi, korban menagih uang yang sudah disetorkan.

Tersangka justru tak bisa dihubungi dan sulit untuk ditemui.

Halaman
1234
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved