Breaking News:

Korban Gigitan Ular

Panji Petualang Tegaskan Aksinya & King Kobra 'Garaga' Bukan Untuk Ditiru! Prihatin Kasus di Kalbar

Panji lantas memberikan klarifikasinya bahwa tayangan di chanel youtube miliknya dan televisi bukanlah untuk di tiru.

Instagram @panjipetualang_real
Panji Petualang Tegaskan Aksinya & King Kobra 'Garaga' Bukan Untuk Ditiru! Prihatin Kasus di Kalbar 

Ia menyarankan bahwa untuk mengatasi gigitan ular pertama kali adalah dengan melakukan imbolisasi.

Immobilisasi adalah suatu keadaan di mana individu mengalami atau berisiko mengalami keterbatasan gerak fisik.

Mobilisasi dan immobilisasi berada pada suatu rentang.

"Jadi ketika kita digigit ular, imobilisasi sudah harus dilakukan karena itu bisa banget menolong kita sehingga ada harapan untuk kita sembuh. Jujur ketika kita terkena gigitan ular pertolongan pertama itu hukum wajib untuk keselamatan kita selain anti bisa,"ujarnya.

Tak hanya imobilisasi, Panji juga menyebut cara kedua dalam menangani gigitan ular adalah anti bisa.

Hanya saja di Indonesia keberadaan anti bisa dikatakannya masih sangat terbatas. 

"Kemudian faktor keduanya adalah tidak adanya anti bisa king kobra di rumah sakit disetiap daerah di Indonesia, karena anti bisa kita di Indonesia hanya ada satu anti bisa untuk mengobati 3 gigitan ular yaiu kobra biasa (naja sputatrix) kemudian ular tanah (Calloselasma rhodostoma) dan gigitan Ular Welang (Bungarus fasciatus),"ujarnya

Berikut Imbauan Panji Selengkapnya!

Sebelumnya panji melalui akun instagramnya @panjipetualang_real mengungkapkan duka citanya hingga membahasnya.

 Panji Petualang Ungkap Duka Cita Tewasnya Pria di Toho Seusai Dipatuk King Kobra, Beri Pesan Menohok

Namun ia juga menyematkan pesan hingga peringatan keras agar hal serupa ini tidak terjadi lagi.

Ia mengatakan meskipun korban gigitan ular di Toho kalbar ini merupakan seorang pawang namun tak menjamin selamat dari celaka.

Terlebih yang dilakukan Norjani dengan tangan kosong.

Ia lantas mengingatkan atraksi ini sepatutnya tak ditiru lantaran nyawa taruhannya. 

Panji memberikan imbauannya agar masyarakat tidak melakukan aksi serupa ini.

 Detik-detik Pawang Ular di Mempawah Meninggal Dunia Setelah Berkali-kali Dipatuk King Kobra

Panji Petualang Ungkap Duka Cita Atas meninggalnya warga dipatuk ular saat menunjukan atraksi King Kobra di Toho Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat
Panji Petualang Ungkap Duka Cita Atas meninggalnya warga dipatuk ular saat menunjukan atraksi King Kobra di Toho Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat (Instagram @panjipetualang_real)

"Turut berduka cita 
Pawang LOH Tapi saat apes datang celaka gak ada yang tau.
Atraksi,interaksi,menangkap ular dengan tangan kosong jelas ya bukan main main.. nyawa loh taruhannya, Bantu himbau temen,saudara,keluarga kalian yang mulai suka pegang2 ular pake tangan  Inget... 1x gigitan bakal bikin nyawamu terbang ke angkasa jadi tolong jangan BODOH..,"tulisnya, Senin (27/1/2020).

 Pria di Toho Tewas Dipatok Ular saat Atraksi, Panji Petualang Bagikan Tips Pertolongan Pertamanya

Diberitakan sebelumnya, Norjani (70), seorang pawang ular tewas akibat dipatuk king kobra.

Kejadian ini direkam dan videonya viral di media sosial (medsos).

Disebutkan peristiwa ini terjadi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dalam video tampak Norjani memegang ular king kobra yang panjangnya hampir 5 meter.

King kobra tersebut dikalungkan Norjani dengan bagian kepala ular ada di sebelah kanannya.

Awalnya kepala king kobra itu terkulai ke bawah.

Kemudian, ular tersebut menegakkan kepalanya.

Tak lama kemudian kepala ular bergerak hendak mematuk ke arah muka Norjani.

Tapi Norjani memundurkan kepala sembari tangan kirinya menangkap badan ular untuk menahan serangan.

Ular berhasil dipegangnya dengan tangan kanan.

Tapi ular tersebut lalu meliukkan leher sehingga mematuk pergelangan tangan kanan Norjani.

Norjani sempat berteriak dan tertawa akibat dipatuk ular yang bisanya jadi satu di antara paling mematikan di dunia.

Setelah berhasil melepas gigitan, ular tersebut kembali berontak.

Tangan kiri Norjani pun kembali dipatuk.
Dalam video terdengar suara anak dan ibu-ibu.

Mereka juga bersorai saat ular tersebut berhasil dicegah menyerang.

Sempat Dilarikan ke Klinik

Kapolsek Toho, Iptu Dede Hasanudin mengungkapkan fakta baru kejadian gigitan ular kobra yang beredar dan viral di sosial media.

Kapolsek mengatakan kejadian terjadi di Dusun 1 Pak Utan Rt 002 Rw 001 Desa Pak Utan Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (25/1/2020).

"Kejadiannya erjadi pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB di sekitaran rumah korban Norjani," kata Kapolsek, Senin (27/1/2020)

Ia mengatakan kejadian terjadi saat kroban melalukan atraksi bersama king kobra dengan panjang sekitar lima meter.

"Korban melakukan atraksi bersama king kobra. Pada saat melakukan atraksi king kobra menggigit di bagian tangan sebelah kanan dan bagian kening," katanya.

Setelah gigitan tersebut, kata Kapolsek atraksi dihentikan dan sempat dilarikan ke klinik terdekat.

Sayang, usaha tersebut gagal hingga korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

"Sekitar pukul 18.30 WIB korban dibawa ke klinik susteran di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak dan sempat ditangani. Tetapi nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia," pungkasnya. (*)

Berikut Videonya:

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved