Pembangunan SMA di Pedalaman Sintang Terkendala Status Lahan, BPN Tunggu Surat Kuasa Aset Pemprov

Jadi saya merasa desa kami sudah bebas. Makanya didirikan sekolah di situ, undang bupati dan lain sebagainya.

Tribunpontianak.co.id/Agus Pujianto
Siswa Kelas XII SMAN 2 Ketungau Tengah belajar serba keterbatasan. Sekolah dibangun darurat dan kekurangan tenaga guru.  

"Bisa saja orang itu buat denah tanah sendiri. Yang jelas, tanah ini tidak dalam sengketa," jelasnya.

Di atas tanah hibah itulah, warga desa dan komite sekolah sepakat membangun sekolah darurat.

Dengan modal patungan yang terkumpul Rp 5 juta rupiah, sekolah dibangun dengan hanya dinding bilah bambu, atap terpal dan lantai tanah.

Sekolah darurat ini berjarak sekitar 2 kilometer dari bangunan lama.

Tersendatnya urusan sertifikat tanah, berakibat pada gagalnya rencana Pemprov Kalbar membangun SMAN 2 Ketungau Tengah.

Padahal Gubernur Kalbar, Sutarmidji sudah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sintang, Lindra Azmar bahwa sudah ada alokasi dana pembangunan SMAN 2 Ketungau Tengah.

Hanya saja, belum bisa dibangun lantaran terkendala sertifikat tanah.

"Sebenarnya sudah dianggarkan. Cuma informasi terkendala sertifikat tanah," ungkap Lindra.

Menurut Lindra, tanah hibah dari masyarakat sudah diserahkan oleh Kades Wana Bhakti ke Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalbar, dan juga sudah keluar surat kuasa.

Tinggal koordinasi dengan biro pengadaan perlengkapan untuk penyerahan aset ke BPN.

"Tinggal aset, koordinasi dengan biro pengadaan pelengkapan provinsi," jelas Lindra.

Meski wewenang SMA sudah ditarik oleh pemerintah provinsi, Disdik Sintang memastikan siap membantu berkoordinasi dengan BPN Sintang.

"Untuk sertifikat tanah sedang dalam proses. Kita bantu koordiansi dengan BPN Sintang. Insyaallah tidak lama lagi sertifikat akan keluar," jelasnya.

SMAN 2 Ketungau Tengah sudah mulai belajar di ruang kelas dari bambu sejak Senin (20/1/2020) lalu.

Kepala Disdikbud Kalbar Suprianus Herman mengatakan SMA tersebut sebenarnya sudah ada gedung yang dibangun Kabupaten Sintang, tetapi masih mau menginginkan gedung sendiri.

"Pada tahun lalu anggaran DAK da pusat sudah dapat kami perjuangkan, tetapi karena syarat bangunan DAK pusat harus tanah harus bersertifikat atas nama Pemda Kalbar maka tak jadi di bangun, tapi tahun ini anggaran sudah kami siapkan," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (24/1/2020).

Ia mengatakan Pemprov Kalbar siap membangun empat lokal supaya bisa segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar oleh para guru dan siswa.

Saat ini bangunan sementara yang digunakan siswa didirikan oleh masyarakat adalah hasil kerja sama dengan TNI.

"Mengenai mekanisme kerja sama dengan Pangdam tentang proses pembangunannya dengan dana APBD Provinsi Kalbar dan kami sedang jajaki prosesnya," ujarnya.

Ia mengatakan Pemprov Kalbar sangat konsen untuk meningkatkan kualitas pendidikan menengah di Kalbar.

"Gubernur Kalbar sangat tanggap dan memerintahkan disdikbud provinsi untuk segera menyelesaikan bangunan tersebut," ujarnya.

Ia juga memberikan semangat dan dukungan kepada siswa di SMAN 2 Ketungau Tengah agar tetap melanjutkan sekolah serta teruslah mengejar mimpi dan cita- cita.

Selain itu, Suprianus mengapresiasi kepada para orangtua dan prajurit TNI yang telah membantu membangun sekolah sementara di sana, serta telah perduli dengan pendidikan di Kalbar. (ags/ang)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved