Polda Kalbar Tangkap Pelaku Penampunganan LPG Bersubsidi di Kubu Raya

Ia menerangkan bahwa pelaku yang diamankan berinsial RS (28), RS diamankan saat membongkar tabung gas LGP bersubsidi tersebut di Dermaga Sungai

Polda Kalbar Tangkap Pelaku Penampunganan LPG Bersubsidi di Kubu Raya
IST/Dok.Polda Kalbar
Anggota Dirkrimsus Polda Kalbar saat amankan Tabung Gas Bersubsidi. 

PONTIANAK –Setelah mengungkap transaksi BBM Subsidi di Kabupaten Melawi, kali ini tim Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar kembali melakukan pengungkapan kasus yang berhubungan dengan subsidi pemerintah.

Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus mengungkap penampung gas LPG bersubsidi di daerah Kabupaten Kubu Raya, Kamis (23/1/2020)

Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah melalui Kabid Humas Polda Kalbar Kombespol Donny Charles Go menyampaikan bahwa, penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan niaga gas LPG ini dilakukan di Dermaga Sungai Durian, Jalan Sungai Durian Laut, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Kamis (23/1/2020) lalu.

“Subdit IV Tipidter (Tindak Pidana Tertentu) melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan niaga gas LPG bersubsidi 3 kg pada hari Kamis, tanggal 23 Januari 2020 di Dermaga Sungai Durian Jalan Sungai Durian Laut Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya” ungkap Kombes Pol Donny saat di konfirmasi Tribun, Sabtu (25/1/2020).

Diskumindag Gelar Rakor Bahas LPG di Kabupaten Sambas

Ia menerangkan bahwa pelaku yang diamankan berinsial RS (28), RS diamankan saat membongkar tabung gas LGP bersubsidi tersebut di Dermaga Sungai.

“Diawali dari informasi masyarakat terkait penampung LPG bersubsidi, kemudian kami melakukan penyelidikan dan didapati pelaku saat itu sedang melakukan aktivitas bongkar muat barang bukti berupa gas LPG 3 kg,” jelasnya

Dilokasi tim Dit Reskrimsus Polda Kalbar berhasil mengamankan 160 tabung gas LPG 3 kg dengan rincian, 80 tabung berisi gas LPG dan 80 tabung gas kosong, serta satu unit mobil pick up untuk mengangkut tabung gas tersebut.

Kombes Pol Donny pun mengungkapkan modus yang digunakan RS.

Ia menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan bahwa RS membeli gas bersubsidi dengan harga 18.000 per tabung dari para pengantri di pangkalan kemudian dijual kembali dengan harga 21.000 di wilayah kecamatan Terentang.

“Jadi tersangka membeli gas ini dari para pengantri di pangakalan, dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi di daerah Kecamatan Terentang” tutupnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved