Imlek

Beri Kemudahan Beribadah, Dinas Pendidikan Singkawang Liburkan Sekolah Tertentu Sesuai Kebutuhan

Dalam beberapa hal perbedaan itu sangat diperhatikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Beri Kemudahan Beribadah, Dinas Pendidikan Singkawang Liburkan Sekolah Tertentu Sesuai Kebutuhan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, M Nadjib 

SINGKAWANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang memberikan kemudahan bagi mereka yang merayakan tahun baru Imlek 2571 dan Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang.

"Kita beri kemudahan untuk mereka beribadah dan menjalankan sebagian dari peribadatan itu dengan meliburkan dua hingga tiga hari sesuai dengan kebutuhan," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, HM Nadjib, Sabtu (25/1/2020).

Ia menjelaskan, Kota Singkawang merupakan kota yang multi etnis dan agama. Dalam beberapa hal perbedaan itu sangat diperhatikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Misalnya ketika orang muslim merayakan hari raya Idul Adha. Ada beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Singkawang Utara dimana sebagian besar beragama Islam dan guru-guru di sana sebagai panitia pemotongan hewan kurban mereka diberi kemudahan.

Begitu juga ketika tahun baru Imlek, apalagi pelajar di Kota Singkawang yang merayakan jumlahnya cukup besar ditambah dengan tenaga pendidiknya.

Dandim 1207 Hormat dan Bangga Atas Kegiatan Vihara Dewi Mulia

Ada beberapa sekolah swasta yang sebagian besar siswanya merayakan tahun baru Imlek di antaranya SMA Igansius, SMP Bruder, SMP Pertiiwi, SMP Mudita, SMP Barito.

Sementara untuk sekolah negeri di antaranya SMPN 7, SDN 23, SDN 22, dan SMPN 19 yang mana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang memberi kemudahan agi mereka untuk bisa beribadah dengan tenang.

"Secara kalender nasional satu hari, namun kita beri fakultatif sifatnya sampai tiga hari," jelasnya.

Tak hanya pada perayaan tahun baru Imlek saja, saat Cap Go Meh juga sama. Untuk sekolah-sekolah yang berada di jalur lintasan Cap Go Meh, mereka diberi kemudahan supaya tidak masuk sekolah selama satu hari saja.

Apalagi jalur perlintasan ini akan ramai, macet dan tidak aman untuk anak-anak bersekolah. Dengan harapan pula mereka juga bisa menyaksikan Cap Go Meh.

"Edaran sebelumnya sudah pernah dibuat, jadi mengacu pada aturan itu dimana libur dilakukan secara fakultatif sesuai kebutuhan," tutur Nadjib.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved