Liputan Eksklusif

VIRAL! Sekolah Bambu di Pedalaman Sintang, Perjuangan Warga Perbatasan Menimba Ilmu di SMAN 2

Meskipun sekolah serba kekurangan, dan sederhana, kami merasa bangga karena yang membangun sekolah ini, bukan dari pemerintah.

VIRAL! Sekolah Bambu di Pedalaman Sintang, Perjuangan Warga Perbatasan Menimba Ilmu di SMAN 2
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Andhyz
Sekolah bambu: warga Desa Wirayudha, Kecamatan Ketungau Tengah membangun swadaya gedung sekolah SMAN 2 Ketungau Tengah. 

Kondisi SMAN 2 Ketungau Tengah yang dibangun darurat oleh masyarakat, komite sekolah menggunakan uang hasil patungan.

Memang belum layak di sebut sebagai gedung sekolah. Mereka menyebutnya tenda belajar.

Atap terpal, dinding bambu, dan berlantai tanah.

“Meskipun sekolah serba kekurangan, dan sederhana, kami merasa bangga karena yang membangun sekolah ini, bukan dari pemerintah, ini orangtua kami, guru, murid juga ikut,” kata Nikolaus Deni bangga kepada Tribun, Rabu (22/1/2020).

Deni, adalah siswa kelas XII SMAN 2 Ketungau Tengah. Badannya berisi. Potongan rambutnya, mirip tentara.

Dia merupakan satu dari 20 siswa yang masih bertahan dari sulitnya menempuh pendidikan di kawasan perbatasan.

“Kawan kami 12 orang berhenti sekolah,” ungkapnya.

Satu angkatan Deni, semula ada 32 orang. Yang bertahan sampai saat ini tinggal 20 siswa saja di kelas XII. Belasan siswa lainnya, memilih berhenti sekolah.

Menurut Deni, alasannya karena mengeluhkan fasilitas pendidikan. Total siswa yang bersekolah di SMAN 2 Ketungau Tengah sisa orang 45 orang.

“Dari dulu sampai sekarang, banyak yang putus asa, berhenti bersekolah, banyak alasannya, termasuk kondisi sekolah,” cerita Deni.

Halaman
1234
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved