Manager SPBU Melawi Ditetapkan Tersangka Akibat Atur Praktek Jual BBM Subsidi Secara Ilegal

Ia menjelaskan bahwa peran MK selaku manager SPBU ialah menentukan menentukan kelebihan harga yang di jual kepada para penampung

Manager SPBU Melawi Ditetapkan Tersangka Akibat Atur Praktek Jual BBM Subsidi Secara Ilegal
IST/Dok.Humas Polda Kalbar
Suasana pengisian BBM di SPBU NO. 64.786.07 di Melawi. 

PONTIANAKPolda Kalbar merilis secara resmi penetapan tersangka terhadap MK yakni Manager SPBU di Kabupaten Melawi, lantaran berperan mengatur praktek illegal transaksi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diungkap oleh Anggota Dit Reskrimsus Polda Kalbar beberapa waktu lalu di Kabupaten Melawi.

Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah penetapan Manager SPBU di Melawi sebagai tersangka ini pengembangan dari terungkapnya adanya praktik ilegal pembelian BBM Subsidi di Kab Melawi.

“Telah ditetapkan status tersangka terhadap Manager SPBU NO. 64.786.07 dengan inisial MK. Penetapan ini hasil dari pengembangan kasus ditangkapnya 6 tersangka para penampung BBM bersubsidi pada 16 Januari 2020 lalu di salah satu SPBU di Kabupaten Melawi” ujarnya pada Kamis (23/1/2020) sore

Ia menjelaskan bahwa peran MK selaku manager SPBU ialah menentukan menentukan kelebihan harga yang di jual kepada para penampung.

PENYEBAB Kematian Balita Tanpa Kepala Masih Misterius, Penetapan Tersangka 2 Pengasuh PAUD Sumir

“Harga yang ditetapkan pemerintah perliternya untuk solar itu Rp 5.150, kemudian MK melakukan perjanjian kepada para penampung dengan menaiki harga perliternya menjadi Rp 5.700” jelasnya

Kemudian ia mengungkapkan kembali dari hasil pemeriksaan bahwa manager SPBU berinsial MK juga berperan untuk menentukan banyaknya jumlah solar yang dapat dibeli oleh para pengantri atau penampung baik dengan kapasitas besar menggunakan Drum maupun dengan menggunakan tangki modifikasi.

“Jadi perliternya SPBU ini untuk solar mendapatkan 550 rupiah. Total kemarin yang berhasil disita pada tanggal 16 Januari sebanyak 5.200 liter,"ungkap Dir Reskrimsus Polda Kalbar.

Lanjutnya, Atas perbuatan yang dilakukan oleh MK selaku Manager Operasional SPBU tersebut terancam dikenakan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,"tegas Mantan Kapolres Sintang ini.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved