Tony Kurniadi Sebut Pembangunan Buffer Zone Perlu Disertai Pembangunan Infrastruktur Ekonomi
Namun, pembangunan buffer zone tersebut diharapkan, disertai dengan pembangunan infrastruktur ekonomi bagi masyarakat.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
PONTIANAK - Rencana Mendagri Tito Karnavian untuk membangun buffer zone atau zona penyangga pertahanan mendapat sambutan baik dari para anggota dewan tingkat Provinsi terlebih yang berasal dari satu diantara dapil berbatasan langsung dengan Malaysia.
Namun, pembangunan buffer zone tersebut diharapkan, disertai dengan pembangunan infrastruktur ekonomi bagi masyarakat.
Hal ini ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Kalbar dapil Sambas, Tony Kurniadi.
"Memang yang namanya perbatasan tentu harus yang paling penting kita perkuat, baik keamanan maupun pertahanannya, karena memang bicara kedaulatan, jangan sampai sejengkal pun dicaplok negara luar dan menjadi prinsip utama," katanya, Kamis (23/01/2020).
• Rencana Pembangunan Buffer Zone di Wilayah Perbatasan Kalbar, Komisi I Sebut Akan Lakukan Hal Ini
"Ketika diwacanakan untuk diperkuat didaerah perbatasan, sah-sah saja, namun lebih penting juga harus diperhatikan membangun infrastruktur perekonomian sehingga betul-betul masyarakat merasa tinggal di NKRI yang telah merdeka," timpal politisi PAN ini.
Karena dengan adanya sinergisitas antara keamanan dan ekonomi, lanjutnya, maka masyarakat akan merasakan dampaknya.
"Yang penting jangan hanya berkutat diinfrastruktur untuk keamanan, namun juga harus membangun infrastruktur perkekonomian, maka harus sinergi," katanya.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/anggota-komisi-v-dprd-kalbar-tony-kurniadi-asx.jpg)